Rabu, 29 April 2026 WIB

Drone AS Jatuh di Dekat Krimea, Buat Situasi Semakin Memanas, Berikut Fakta Terkait insiden Tersebut

Redaksi - Jumat, 17 Maret 2023 08:05 WIB
Drone AS Jatuh di Dekat Krimea, Buat Situasi Semakin Memanas, Berikut Fakta Terkait insiden Tersebut
Hand over
Drone MQ 9 Reaper
MATATELINGA, Washington : Di tengah konflik yang semakin memanas di Ukraina, insiden ini meningkatkan ketegangan antara Moskow dan Washington. Hal tersebut dikarenkan pada Selasa, (14/03/2023) sebuah drone pengintai militer MQ-9 Amerika Serikat (AS) jatuh ke Laut Hitam yang melibatkan jet tempur Rusia.


Terkait insiden ini timbul lah beberapa fakta-fakta, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (17/03/2023):

1. Drone jatuh setelah ditabrak

Pihak AS menyebut bahwa drone tersebut jatuh ke laut setelah ditabrak oleh salah satu jet tempur Rusia. Pentagon mengatakan bahwa jet tempur Rusia mengganggu pesawat tak berawak mereka dengan membuang bahan bakarnya ke drone MQ-9 itu untuk mencoba membutakan atau merusaknya - dan terbang di depannya dengan manuver yang tidak aman.

Baca Juga:Peserta Musra Sumut Tolak Hasil Vote Elektronik Untuk Bursa Capres 2024

Moskow membantah keterangan Washington itu, mengatakan bahwa jet tempurnya tidak membuat kontak dengan drone AS, dan mengatakan pesawat tak berawak itu jatuh ke laut setelah melakukan manuver tajam.

“Jet tempur Rusia tidak menggunakan senjata mereka, tidak melakukan kontak dengan UAV, dan kembali dengan selamat ke lapangan udara asal mereka,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam pernyataannya.


2. Picu risiko eskalasi antara Rusia dan AS

Meskipun tidak ada nyawa yang hilang, Insiden ini adalah pengingat akan risiko konfrontasi langsung antara Amerika Serikat dan Rusia atas Ukraina, yang diinvasi Moskow lebih dari setahun yang lalu dan yang didukung oleh sekutu Barat dengan intelijen dan senjata.

Pihak Rusia sendiri menyebut terlihatnya drone pengintai tersebut di dekat Krimea merupakan bukti keterlibatan tidak langsung AS dalam perang di Ukraina. Moskow telah lama menuduh Washington memberikan informasi pengintaian kepada Ukraina untuk melakukan serangan ke sejumlah wailayah Rusia, termasuk Krimea.


3. Puing drone masih belum dievakuasi

Pejabat militer AS mengatakan bahwa pihaknya kesulitan untuk mengambil puing-puing drone yang jatuh ke Laut Hitam tersebut. Namun, AS telah mengambil langkah-langkah mitigasi untuk memastikan tidak ada informasi atau teknologi berharga yang bisa diambil dari drone yang jatuh itu.

Sementara itu Moskow mengatakan akan melakukan upaya untuk mengambil drone tersebut dari Laut Hitam, meski belum mengetahui apakah mereka bisa melakukannya atau tidak.

"Saya tidak tahu apakah kami dapat mengambilnya kembali atau tidak, tetapi itu harus dilakukan," kata Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev dalam keterangan di televisi pemerintah.

[br]

4. Dicegat dua jet tempur Su-27

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Selasa saat pengintai MQ-9 melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional di Laut Hitam. Drone itu dicegat oleh dua jet tempur Su-27 Rusia, yang menurut Pentagon dilakukan secara sembrono.

5. Terjadi di dekat Krimea

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa drone tersebut terdeteksi di atas Laut Hitam dekat semenanjung Krimea, yang dianeksasi Moskow dari Ukraina pada 2014. Dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pasca insiden tersebut, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyebut bahwa Moskow melihat penerbangan drone di dekat Krimea itu sebagai tindakan provokatif dari AS.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru