MATATELINGA. Hong Kong - Memperkokoh alusista pertahanan negara merupakan keseharusan yang sangat penting bagi sebuah negara. Dengan mesin buatan dalam negeri sebuah tonggak penting ketika Beijing mendorong kemampuan jet siluman J-20 dalam upaya untuk menyaingi F-22 Amerika Serikat (AS). China akhirnya memamerkan pesawat tempur tercanggihnya.
Sebuah laporan China Power Project di Pusat Studi Strategis dan Internasional pada 2017 mengatakan mesin WS-10 akan memberikan kemampuan supercruise J-20 yang rendah, yang berarti mereka bisa terbang dengan kecepatan supersonik untuk waktu yang lama.
Pada 2016, Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal David Goldfein mengatakan teknologi J-20 lebih mirip dengan F-117A, jet siluman awal yang diperkenalkan AS pada 1983 dan telah pensiun pada 2008.
Baca Juga:Satuan Brimob Poldasu Sambut Jenazah Bharatu Anumerta Kurniadi Sutio
China pertama kali menerbangkan J-20 bermesin ganda pada 2011, dan diperkenalkan ke publik selama terbang lintas di pameran udara Zhuhai pada November 2016. Pesawat itu dinyatakan siap tempur pada 2018 lalu. Seperti dilansir oleh okezone.
Pesawat ini disebut-sebut sebagai jawaban China untuk F-22 AS -- yang dianggap sebagai jet tempur siluman utama dunia -- dan F-35, para analis mengatakan J-20 dimaksudkan untuk memenuhi dua peran inti: pertempuran udara-ke-udara dan serangan darat. .
Sebuah laporan China Power Project di Pusat Studi Strategis dan Internasional pada 2017 mengatakan mesin WS-10 akan memberikan kemampuan supercruise J-20 yang rendah, yang berarti mereka bisa terbang dengan kecepatan supersonik untuk waktu yang lama.
Ini menandai pertama kalinya jet buatan sendiri diungkapkan kepada publik China dan penonton asing.
[br]
Sepasang J-20 bermesin ganda yang dipamerkan untuk orang banyak di Airshow China di kota selatan Zhuhai pada Selasa (28/09/2021) seperti dilansir oleh okezone, dilengkapi dengan mesin WS-10. WS-10 dikembangkan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat untuk menggantikan mesin Rusia yang ada di versi awal J-20.
Pada Juni lalu, tabloid Global Times yang dikelola pemerintah mengatakan satu unit J-20 yang dilengkapi dengan mesin yang dikembangkan di dalam negeri telah diaktifkan di wilayah timur laut negara itu, dengan China Central Television menampilkan gambar pesawat yang terbang dalam sebuah acara memperingati ulang tahun ke-100 Partai Komunis.
Dalam laporan Juni lalu, Global Times mengatakan penggunaan mesin domestik menunjukkan "J-20 menjadi semakin matang secara teknis."
[br]
“Lebih banyak unit PLA yang berbasis di lokasi berbeda di seluruh negeri diharapkan mendapatkan lebih banyak J-20, secara signifikan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara PLA untuk menjaga kedaulatan, wilayah udara, dan kepentingan pembangunan tanah air,” kata laporan itu, mengutip seorang pakar militer anonim.
Namun para pejabat AS telah lama mengatakan J-20 tidak dapat menandingi pesawat tempur siluman AS. (Mtc)