Senin, 09 Februari 2026 WIB

ASN Pemkot Tanjungbalai Terancam Tak Dapat Tukin Akibat Defisit Anggaran

- Jumat, 09 Agustus 2024 06:25 WIB
ASN Pemkot Tanjungbalai Terancam Tak Dapat Tukin Akibat Defisit Anggaran
Matatelinga.com
Asisten III, Walman Riadi P Girsang bersama Asisten II, Drh Muslim saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, terkait beberapa persoalan dipemkot Tanjungbalai Kamis, (8/8). 
MATATELINGA, Tanjungbalai : Pegawai Negeri Sipil (ASN) dilingkungan Pemerintah kota (Pemkot) Tanjungbalai terancam tidak dapat menerima tunjangan kinerja (TUKIN) selama tiga bulan ke depan. Hal ini disebabkan oleh defisit anggaran yang sedang dialami oleh pemkot Tanjungbalai.


BACAJUGA


Informasi ini terkuak dari asisten III, Walman Riadi P Girsang bersama Asisten II, Drh Muslim kepada wartawan disela sela konfirmasi terkait kinerja direktur Perusda Aneka kualo yang sedang disorot.



Walman menjelaskan bahwa defisit anggaran ini membuat pembayaran Tunjangan Penghasilan (TPP) ASN terancam tertunda.

"TTP (TUKIN) kami saja terancam untuk tiga bulan kedepan, tidak bisa dibayarkan, karena defisit anggaran, " Kata Walman Girsang. Kamis, (8/8).

[br]

Menurut Walman defisit nya anggaran pemkot Tanjungbalai salah satunya disebabkan karena berkurang nya dana transfer (DAU) dari pemerintah pusat, sehingga saat ini pemkot melakukan refocusing.

Namun Walman tak menampik hal itu juga disebabkan adanya kekeliruan pihak pemkot terhadap dana transfer pusat terkait gaji PPPK dan besaran asumsi belanja dari pendapatan daerah pemkot Tanjungbalai.

"Saya kurang paham kalilah, tanya siti (kaban keuangan) sajalah," Katanya.

Dikutip dari Ditjend Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI mempublikasikan postur realisasi APBD Kota Tanjungbalai T.A 2024 pertanggal 7 Agustus 2024 bahwa Kas Pemkot Tanjungbalai masih memiliki Silpa sebesar Rp. 34,40 Miliar dengan Realisasi sebesar 0%

Selain itu, DJPK juga mempublikasikan dari Asumsi Pendapatan APBD Kota Tanjungbalai T.A 2024 sebesar Rp. 698,91 Miliar, Pemkot Tanjungbalai melaporkan Asumsi Belanja Daerah Rp. 734,51 Miliar dengan Belanja Modal hanya sebesar Rp. 91,91 Miliar.

Dari refrefocusing yang dilakukan pemkot Tanjungbalai belanja modal hanya terealisasi sebesar 10,72 milyar menyisakan belanja modal sebesar Rp 81,19 Milyar yang mesti direalisasikan 4 bulan kedepan.

Untuk diketahui pemkot Tanjungbalai tengah melakukan refocusing besar besaran sampai 50 persen anggaran di OPD hal itu tertuang dalam surat 900/6702 yang ditanda tangani oleh sekretaris Daerah kota Tanjungbalai prihal efesiensi dan efektivitas anggaran OPD tahun anggaran 2024.

Refocusing ini berdampak kepada gagalnya beberapa kegiatan di OPD. Bahkan, informasi beredar terjadi ketegangan, tarik menarik kepentingan antara petinggi pemkot dengan pihak DPRD yang sebelumnya telah menitipkan anggaran 'Pokir' di OPD terkait. (Riki)


Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru