Akibat Virus Corona, Harga Minyak Jadi Menurun
Dalam tujuh hari perdagangan, harga minyak brent mengakumulasi penurunan 16,33% dan minyak WTI mengakumulasi penurunan 17,56%.
Dalam tujuh hari perdagangan, harga minyak brent mengakumulasi penurunan 16,33% dan minyak WTI mengakumulasi penurunan 17,56%.
Maraknya aksi profit taking di akhir Februari 2020, harga emas dan logam mulia lainnya terpaksa melorot cukup dalam.
Indeks utama Nikkei anjlok lebih dari 3 persen pada pembukaan Jumat (28/2/2020) menyusul aksi jual di pasar saham AS dan Eropa. Investor khawatir dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh virus COVID-19.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dalam sepekan ini. Pasalnya, penurunan tersebut diduga karena dampak penyebaran virus korona atau Covid-19.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada perbankan untuk selektif dalam memberikan kredit. Perbankan perlu memilah mana pengusaha yang bisa dipercaya untuk diberikan kredit dan mana yang seharusnya tak diberikan pinjaman.
Kekhawatiran terhadap virus corona dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan International Monetary Fund (IMF) ikut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1% menjadi 3,2% pada tahun ini.
Rupiah ditutup melemah 112 poin atau 0,81 persen menjadi Rp13.872 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.760 per dolar AS.
Berdasar pasar spot Jumat (21/2/2020), nilai rupiah menurun sebesar 0,07% di Rp 13.760 per dolar AS. Sementara, kurs tengah BI mencatat rupiah ditutup melemah 0,30% di posisi Rp 13.777 per dolar AS.
Sejak wabah SARS yang dimulai tahun 2002 silam, pasar perjalanan udara di Asia-Pasifik telah menjadi jantung industri penerbangan. Wilayah tersebut menyumbang angka 35% dari permintaan global tahun lalu.
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini naik Rp11.000 dan menembus rekor baru. Emas dinilai sebagai investasi paling aman saat ini di tengah ketidakstabilan ekonomi global.