Sentimen Eksternal Menopang Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Pada perdagangan Jumat (11/9/2020) kemarin depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, bahkan mendekati level Rp 15.000 per dollar AS, tertekan oleh dominasi sentimen eksternal.
Pada perdagangan Jumat (11/9/2020) kemarin depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, bahkan mendekati level Rp 15.000 per dollar AS, tertekan oleh dominasi sentimen eksternal.
Pada perdagangan Sabtu (12/9/2020) Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik di pasar spot.
Pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir perdagangan pekan ini. Jumat (11/9), IHSG naik 2,56% atau 125,25 poin ke 5.016,71.
Pada perdagangan Jumat (11/9) pada pukul 15.15 WIB harga emas bergerak mix di mana harga emas spot turun 0,17% dibandingkan penutupan kemarin menjadi US$ 1.942,79 per ons troi.
Rupiah ditutup pada level Rp 14.890 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat (11/9), melemah 0,23% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.855 per dolar AS.
Awal perdagangan Jumat (11/9/2020) pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tersengat rencana pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.
Pada perdagangan Jumat (11/9/2020) pagi ini rupiah spot dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini merupakan kelanjutkan pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Awal perdagangan Jumat (11/9/2020) pukul 08.21 WIB, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 1.947.41 per ons troi pada 0058 GMT, setelah mencapai level terbaiknya sejak 2 September di US$ 1.965,94 pada hari Kamis.
Pada perdagangan hari Jumat (11/9) harga minyak memperpanjang penurunan di bawah tekanan kenaikan stok Amerika Serikat (AS) yang mengejutkan dan permintaan yang lemah akibat dampak pandemi virus corona.
Pada perdagangan Kamis (10/9/2020) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok setelah pengumuman PSBB Jakarta.