Rabu, 29 April 2026 WIB
Obligasi

20 Triliun, BRI Terbitkan Obligasi Jilid II

Admin - Senin, 15 Agustus 2016 12:46 WIB
20 Triliun, BRI Terbitkan Obligasi Jilid II
Google
Ilustrasi
Matatelinga.com, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan jilid II sebesar Rp 20 triliun. Penerbitan obligasi ini dilakukan untuk memaksimalkan pemberian kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi kontributor terbesar pertumbuhan BRI.

"Kami akan menerbitkan obligasi berkelanjutan II sebesar Rp 20 triliun. Tujuannya untuk melaksanakan pemberian kredit. Kita ingin masuk bisnis," jelas Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam paparan kinerja BRI di Gedung BRI, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Bank pelat merah ini akan memulai penawaran obligasi kepada investor pada bulan oktober 2016 mendatang. Penerbitan obligasi ini juga terdiri dari tiga seri dengan jangka waktu pengembalian dari 370 hari hingga 5 tahun. Dilansir dari laman detik.com

"Kita akan menawarkan book building Oktober 2016 dengan emisi Rp 10 triliun. Dibagi 3 seri, seri A 370 hari, seri B 3 tahun, seri C 5 tahun. Saat ini sedang proses semua," tutur Asmawi.

Selain itu, untuk menyukseskan program pengampunan pajak atau tax amnesty, bank berkode BBRI itu juga berencana menerbitkan Medium Term Note (MTN) atau obligasi jangka menengah sebesar Rp 5 triliun. Penerbitan MTN tersebut juga akan diterbitkan di bulan Agustus ini.

"Tahun ini kami merencanakan penerbitan MTN maksimal Rp 5 triliun. Tujuannya untuk pengembangan kredit kita ke depan direncanakan Agustus bulan ini dan tinggal menunggu persetujuan," kata Asmawi.

Tidak hanya itu, unit usaha BRI yaitu Bank BRI Syariah juga akan menerbitkan sukuk sebesar Rp 1 triliun untuk menambah modal perseroan. Penawaran sukuk ini juga akan dimulai pada bulan Oktober 2016.

"BRI Syariah merencanakan menerbitkan sukuk mudharabah Rp 1 triliun dengan tenor 7 tahun. Untuk memperkuat struktur permodalan BRI Syariah. Sudah dilaksanakan kick off meeting 12 Agustus 2016 dan book building Oktober 2016," kata Asmawi.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
BRI
 
Komentar
 
Berita Terbaru