Matatelinga.com, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat kenaikan jumlah investor pasar modal Tanah Air. Dari periode Januari hingga Juli 2016, jumlah Single Investor Identification (SID) naik 26 persen menjadi 491.116 dari 388.960 pada akhir Juli tahun lalu. Jumlah sub rekening efek (SRE) naik 25 persen dari 494.425 menjadi 681.251 SRE pada periode yang sama. Pemanfaatan fasilitas AKSes juga meningkat sebesar 18 persen.
Secara komposisi, sebagian besar investor pasar modal Indonesia merupakan investor perorangan lokal yang mencapai 97 persen dari jumlah investor. Jumlah investor individu lokal itu naik 27 persen dari tahun sebelumnya. "Kenaikan ini menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia,"kata Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari di Jakarta. Meski demikian, berdasarkan komposisi kepemilikan, total aset saham masih didominasi oleh investor asing dengan persentase kepemilikan sebesar 64 persen. Persentase tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.
Secara nilai, kepemilikan investor asing naik sebesar 9 persen, sementara nilai kepemilikan saham investor lokal meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya. Sementara Ketua Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida menuturkan, di hari jadi atau memperingati diaktifkannya pasar modal ke 39, diharapkan akan semakin meningkatkan optimisme dalam menatap perekonomian bangsa Indonesia di masa mendatang.
”Peringatan ini akan semakin meningkatkan optimisme kita dalam menatap perekonomian bangsa ke depan, serta semakin menebalkan komitmen kita semua di pasar modal guna memberikan yang terbaik dan hanya yang terbaik untuk kemajuan ekonomi Indonesia pada umumnya dan pasar modal Indonesia pada khususnya," ujarnya. Nurhaida juga mengatakan OJK akan terus memberikan perhatian dan kontribusi yang sangat besar dalam memajukan industri jasa keuangan Indonesia, khususnya industri pasar modal Indonesia. Seperti dilansir dari laman okezone.com
Tidak dapat dipungkiri, bahwa tembusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas level 5.000 sangat erat kaitannya dengan disetujuinya Undang-undang tentang Penghapusan Pajak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). ”Inovasi kebijakan oleh Pemerintah yang sangat strategis tersebut, yang disertai pula dengan kesungguhan dan kerja keras pemerintah untuk menyosialisasikannya kepada masyarakat, bahkan Presiden RI pun turun langsung melakukannya untuk mendapat respons yang sangat positif dari pelaku bisnis khususnya pelaku pasar modal Indonesia yang tampak dari tercetaknya rekor-rekor baru di BEI,"jelasnya.
Dengan membaiknya indikator utama bursa tersebut juga telah mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana yang telah mencapai hampir Rp323 triliun pada 8 Agustus 2016. "Patut kita syukuri dan harus dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi di hari-hari mendatang. Peningkatan kinerja ini bukan terjadi secara kebetulan apalagi hadiah dari perekonomian global yang kondisinya hingga saat ini masih dipenuhi ketidakpastian bahkan cenderung terus mengalami perlambatan,”kata Nurhaida.
(Fit)