Sabtu, 27 Juni 2026 WIB
Pertamina

Pertamina Yakin Pengguna Premium Akan Beralih ke BBK

Admin - Selasa, 19 Juli 2016 14:43 WIB
Pertamina Yakin Pengguna Premium Akan Beralih ke BBK
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, PT Pertamina (Persero) optimistis hingga akhir tahun 50 persen pengguna bahan bakar jenis premium akan beralih ke bahan bakar khusus (BBK) jenis pertamax dan pertalite. Peralihan terjadi secara alami seiring meningkatnya preferensi konsumen untuk menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik. ”Kita optimistis. 

Soalnya target peralihan 30 persen yang sebelumnya ditetapkan hingga akhir tahun sekarang sudah terlampaui,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang, di sela acara pemberian penghargaan atas inovasi dan keberhasilan distribusi BBM selama periode Lebaran di Jakarta kemarin. Ahmad mengatakan, terjadi kecenderungan penurunan pemakaian rata-rata harian normal premium yang saat ini mencapai 80.155 kiloliter (kl) per hari. Di sisi lain, pemakaian BBK jenis pertamax maupun pertalite terus meningkat. 

Konsumsi BBK meningkat di atas 80 persen. Bahkan, saat periode Lebaran lalu sempat terjadi lonjakan hingga 250 persen. ”Peningkatan konsumsi pertamax dan pertalite ini terus bertahan. Seperti dikutip dari laman okezone.com

Secara kumulatif, penyaluran pertamax dan pertalite telah mencapai 30 persen terhadap seluruh produk gasoline ,” tuturnya. Dari sisi produksi, lanjut Ahmad, Pertamina juga siap memenuhi kenaikan permintaan pertamax maupun pertalite. Produksi BBK menurutnya telah bertambah sejak pengoperasian Kilang Trans Pacific Petroleum Indotama (TPPI) di Tuban, JawaTimur, danResidual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) Cilacap, Jawa Tengah. Kilang TPPI dapat menghasilkan sekitar 61.000 barel per hari (bph) premium, 10.000bph high octane mogas component (HOMC), dan 11.500 bph solar. Adapun, unit RFCC mengolah feed stock berupa low sulfur waxy residue (LSWR) sebanyak 62.000 bph menjadi HOMC sebanyak 37.000 bph.

 ”Kalaupun kurang, kita bisa impor HOMC untuk diolah menjadi pertamax,” tambahnya. Mengenai penghargaan yang diterima Pertamina, Ahmad menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras serta dukungan semua pihak. Dia menambahkan, Pertamina juga memperoleh banyak pengalaman dalam proses tersebut. ”Misalnya, penggunaan mobile dispenser , itu akan kita standarkan ke depannya,” ujar dia. 

Pada kesempatan yang sama Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria mengapresiasi kinerja Pertamina selama periode Lebaran. Antisipasi dan inovasi yang dilakukan Pertamina terbukti mampu mengatasi lonjakan konsumsi yang terjadi selama Lebaran. ”Prestasi itu patut kita apresiasi. Begitu pula kalau ada kekurangan, itu perlu kita koreksi bersama-sama,” tegasnya. Sedangkan, Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara menegaskan penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan BUMN nasional dalam menjalankan tanggung jawab serta penugasan yang diembankan. ”Ini yang harus kita kawal dan kembangkan sehingga BUMN kita tumbuh semakin besar,” kata Marwan.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru