Matatelinga.com, Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) stabil, didukung oleh kenaikan aktivitas penyulingan diimbangi tingginya stok minyak mentah. Meski demikian, para analis percaya penurunan terbesar dalam 20 bulan terakhir sudah usai.
Para analis mengatakan, pergerakan harga yang mixed terjadi karena fundamental bullish dan bearish mengimbangi satu sama lain. Pasalnya, saat ini pasar masih dibanjiri stok minyak mentah.
"Harga minyak meningkat seiring pemanfaatan kilang AS. Namun, stok minyak mentah AS terus meningkat. Bahkan, persediaan minyak naik 2 persen atau 10,4 juta barel, ke 517.980.000 barel," kata Bank ANZ dalam laporannya, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (3/3/2016).
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD34,68 per barel, hampir tidak berubah dari angka terakhir. Banyak analis berpikir bahwa penurunan ke level terendah 20 bulanan kemungkinan telah berakhir.
WTI telah memperoleh laba lebih dari 30 persen sejak 11 Februari, ketika harga turun menjadi ke USD26 per barel, tingkat yang tidak pernah tersentuh sejak 2003.
(Fit)