Rabu, 29 April 2026 WIB
Obligasi

Jelang Akhir Tahun, Penerbitan Obligasi Semakin Ramai

Admin - Rabu, 16 Desember 2015 13:26 WIB
Jelang Akhir Tahun, Penerbitan Obligasi Semakin Ramai
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Penerbitan obligasi korporasi semakin ramai di akhir tahun. Yang terbaru, PT Mandiri Tunas Finance penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I senilai Rp600 miliar. Surat utang itu diterbitkan dalam dua seri, yakni seri A senilai Rp500 miliar dengan kupon 19,2 persen. Seri ini berjangka waktu tiga tahun dan akan jatuh tempo 18 Desember 2018.

Kemudian seri B senilai Rp 100 miliar dipasarkan dengan kupon 10,8 persen per tahun. Seri ini bertenor lima tahun dan akan jatuh tempo 18 Desember 2020. Obligasi ini merupakan bagian penerbitan obligasi berkelanjutan tahap I senilai total Rp 2 triliun. Rencananya, penjatahan akan dilakukan pada 16 Desember 2015 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Desember 2015.

Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 18 Market 2016. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi merupakan PT Mandiri Sekuritas. PT Bank Pembangunan Jawa Tengah juga melakukan penerbitan obligasi subordinasi I senilai Rp 500 miliar. Surat utang ini membagikan kupon 12,25 persen dengan tenor tujuh tahun. Adapun masa jatuh tempo pada 18 Desember 2022.

Surat utang ini melakukan masa penawaran umum 15 Desember 2015. Sedangkan penjatahan dijadwalkan pada 16 Desember 2015. Dengan demikian pencatatan di BEI bisa dilakukan pada 21 Desember 2015 dan pembayaran bunga pertama pada 18 Maret 2016. Untuk penerbitan obligasi ini, perusahaan telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

"Apalagi obligasi tersebut memiliki rating yang bagus," kata Desmon, Jakarta.

Diperkirakan, obligasi tersebut akan diserbu oleh investor institutions seperti perbankan, dana pensiun dan asuransi.

Menurut Desmon, kedua Surat utang tersebut berpotensi mengalami kenaikan harga di awal transaksi perdana di pasar sekunder sekitar 10 hingga 50 basis poin dari harga par. Namun, transaksi diperkirakan sepi lantaran profil investor yang cenderung hold to maturity atau menggenggam obligasi hingga jatuh tempo.

"Timing penerbitan di akhir tahun cukup baik, sebab biasanya investor masih memiliki space pendanaan akhir tahun untuk memoles portfolio," tambah Desmon.

Kendati demikian, pasar obligasi masih terancam berfluktuasi di akhir tahun akibat faktor kenaikan suku bunga bank central America Serikat, Fed rate. Demikian dilansir laman okezone.com



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru