Rabu, 29 April 2026 WIB
Garuda Indonesia

Garuda Indonesia Akan Terbitkan Obligasi Global USD500 Juta

Admin - Kamis, 03 Desember 2015 14:29 WIB
Garuda Indonesia Akan Terbitkan Obligasi Global USD500 Juta
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah mematangkan rencana penerbitan obligasi global senilai USD500 juta pada kuartal I atau II tahun depan. Perseroan akan menunjuk minimal tiga bank asing untuk menangani aksi tersebut.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, di tengah kondisi harga minyak dunia yang melemah, kecil kemungkinan untuk kembali menerbitkan sukuk tahun depan.Dengan begitu, perseroan cenderung memilih penerbitan global bond.

Perseroan berencana menggunakan laporan keuangan Desember 2015 sebagai dasar valuasi penerbitan global bond.“Dalam waktu dekat, kami akan mulai persentasi ke board of commissioners Garuda. Seiring dengan itu, kami mulai mengajukan izin pinjaman komesial luar negeri (PKLN),” kata dia di Jakarta. Dilansir laman okezone.com

Askhara menjelaskan, perizinan PKLN diperkirakan membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan. Saat ini, proses perizinan PKLN diprediksi semakin mudah, lantaran hanya melewati tiga institusi. Ketiga institusi tersebut adalah Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut dia, pihaknya cenderung memilih bank asing yang sebelumnya menangani penerbitan sukuk perseroan. Bank asing yang dimaksud adalah ANZ, Standard Chartered Bank, dan Deutsche Bank.“Ketika penerbitan sukuk, kami bekerja sama dengan 14 bank yang terdiri atas bank asal Timur Tengah dan internasional. Namun, jika rencananya yang diterbitkan adalah global bond, kami memilih yang internasional saja,” jelas dia.

Askhara menambahkan, dengan adanya penerbitan global bond, perseroan berharap dapat menata ulang sumber pendanaan ekspansi pesawat baru. Selama ini, secara nilai, sebanyak 95 persen sumber pendanaan berasal dari operating lease, sedangkan 15 persen berasal dari financial lease. Porsi operating lease diharapkan turun menjadi 85-90 persen tahun depan.“Aksi ini dapat berdampak terhadap biaya operasional. Kalau operating lease ini kita alihkan ke financial lease, maka aset bertambah. Lalu di bagian net profit, beban cost akan berkurang,” jelas dia.


(Fit)

 

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru