Minggu, 12 Juli 2026 WIB
BKPM

BKPM Akan Kaji Harga Gas

Admin - Jumat, 04 September 2015 13:35 WIB
BKPM Akan Kaji Harga Gas
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) meminta kemudahan untuk berinvestasi di Tanah Air dengan diberikan berbagai macam insentif, baik insentif tax holiday maupun tax allowance. Terlebih lagi, Chandra Asri menggandeng produsen ban asal Prancis, Michelin membangun pabrik karet sintetis untuk bahan baku ban.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pemberian insentif ini bisa berupa penurunan harga gas maupun tarif listrik dalam biaya produksi Chandra Asri. Apalagi, dunia industri dalam negeri mengeluhkan mahalnya harga gas domestik.

"Kalau gas kan secara umum memang kita mendapatkan keluhan tingginya harga gas. Dan kami tentu akan mengkaji kemungkinannya seperti apa untuk mendorong industri," kata Franky di Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Franky menambahkan, saat ini perlambatan ekonomi pun membuat konsumsi gas turun 11 persen dan konsumsi listrik turun sebesar 14 persen. "Artinya dalam situasi yang seperti sekarang ini, perlu dukungan pemerintah untuk mempertahankan laju kapasitas produksi dari industri yang ada, terutama ‎soal gas," imbuhnya.

Menurut Franky, penurunan konsumsi gas dan listrik dalam dunia industri ini harus dapat segera diantisipasi oleh pemerintah. Hal ini dilakukan, agar industri dalam negeri dapat bersaing.

"Itu reporting. Kan kapasitas saja. Dan tentu itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita saat ini, bagaimana supaya industri yang tadi gimana caranya supaya kapasitasnya kembali," paparnya.

Sekadar informasi, pagi ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang dipimpin oleh Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra di Istana Merdeka. Dilansir laman okezone.com

Selain itu, direksi lainnya yang hadir adalah Wakil Presiden Direktur, Paramate Nisagornsen, Direktur Suryandi dan Vice President Coorporate Relations Suhatmiyarso.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru