Matatelinga.com,
Menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu berdampak
pada seluruh mata uang negara-negara khususnya di Asia. Hal itu menimbulkan
pemikiran, untuk merealisasikan wacana penerapan mata uang Asia dari China,
yakni Renminbi (RNB).
Salah satu peserta forum di World Economic Forum (WEF) 2015 pun
menanyakan hal yang sama. Namun, Vice Chairman Asia Pacific and Country, Credit
Suise Singapore Jose Isidro Camacho mengatakan, Asia masih belum siap untuk
mengeluarkan mata uang tersebut.
Pasalnya untuk mata uang Euro saja, negara-negara di Eropa
memerlukan waktu yang cukup lama untuk merealisasikannya.
"Kalau kita lihat dari pengalaman di Eropa, kita jangan
terburu-buru. Perlu integrasi dari masing-masing pemerintahan. Ada juga
persyaratan fiskal, untuk dapat mengeluarkan mata uang Asia tersebut,"
tutur Jose, Jakarta, Senin (20/4/2015). Dilansir laman okezone.com
Hal yang sama juga disampaikan oleh Deputy Secretary General
OECD Mari Kviniemi. Menurutnya, hal itu juga diperlukan penyelarasan politik
dari masing-masing negara.
"Perlu waktu, di Eropa juga perlu adanya penyelarasan
politik untuk itu. Masih banyak yang harus dilakukan pembenahan untuk
menggunakan hal itu," tegasnya.
(Fit)