Selasa, 14 Juli 2026 WIB
Harga Tembaga

Harga Tembaga Sedikit Menurun

Admin - Minggu, 08 Maret 2015 12:45 WIB
Harga Tembaga Sedikit Menurun
google
Tembaga
JAKARTA - Matatelinga, Harga komoditas tembaga sedikit menurun, setelah penguatan dolar menghapus lonjakan harga sebelumnya.

Kontrak berjangka tembaga untuk Mei ditutup melemah 0,3 persen pada USD2,6525 per pound di bursa Comex (New York Mercantile Exchange). Harganya sempat menyentuh USD2,6795 per pound pada sesi hari itu.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat meroket ke titik tertinggi dalam 11 tahun terhadap euro pada Kamis, menyusul pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi bahwa program pembelian obligasi akan dimulai hari Senin. Kenaikan dolar akan memangkas harga tembaga, yang dijual-belikan dalam dolar. Tembaga akan lebih mahal bagi pembeli internasional jika dolar melemah.

Di China pada Rabu, pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2015 menjadi sekitar 7 persen. Pengumuman itu membuka era baru pertumbuhan yang relatif lambat di China, negara konsumen tembaga terbesar dunia. Para trader sudah lama bersiap menghadapi perlambatan di China, mengingat negara itu tengah dalam transisi dari ekonomi berorientasi ekspor menjadi ekonomi yang digerakkan sektor jasa dan usaha kecil.

Bagaimanapun, harga tembaga masih berkutat di sekitar level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Para trader mengkhawatirkan gangguan pasokan di daerah-daerah pertambangan penting.

“(Pelaku pasar) sudah lama memperhitungkan berita Cina itu,” kata George Gero, wakil presiden senior RBC Capital Markets Global Futures. “Tetapi gangguan pasokan itu penting sekali.”

Analis memperkirakan produksi tembaga global akan terhambat akibat kekeringan yang parah di Cile, negara produsen tembaga terbesar dunia. Pertambangan tembaga memakai banyak sekali air, yang digunakan dalam proses pengambilan tembaga dari bijih serta pelapisan lempengan tembaga murni. Air juga sangat perlu untuk menjinakkan debu di lokasi pertambangan terbuka. Seperti dilansir laman okezone.com, Minggu (8/3/2015)

Bulan lalu, BHP Billiton menyatakan tambang raksasa Olympic Dam di Australia tampaknya akan mengalami penurunan produksi sebesar 70 ribu ton akibat gangguan listrik.

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru