MATATELINGA,Jakarta :Dalam rangka memperkenalkan dan memasarkan produk-produk hasil karya Warga Binaan sekaligus mendorong reintegrai sosial, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan gelar Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest), Jumat (8/8)–Minggu (10/8). Mengambil tema "Merdeka Kreativitas, Walau Tempat Terbatas", festival ini memiliki makna bahwa meskipun dalam keterbatasan ruang gerak, semangat dan daya cipta Warga Binaan tak terbatas.
Berlokasi di Aloha Pasir Putih PIK 2 Kota Tangerang, IPPAFest menampilkan beragam produk Warga Binaan seperti batik, fesyen, kerajinan tangan, suvenir, kuliner kemasan, dan produk impor unggulan. Tak hanya itu, festival ini juga menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas Warga Binaan lewat panggung yang dapat dinikmati oleh publik seperti penampilan band, tari tradisional daerah, DJ performance, bartender show, serta pertunjukan barongsai.
IPPAFest secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Menteri Agus menyampaikan bahwa IPPAFest adalah panggung yang menunjukkan kepada publik bahwa perubahan itu mungkin, bahwa hasil karya mereka bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga berdaya saing.
Baca Juga:
"Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bentuk kampanye sosial untuk mengangkat harkat dan martabat Warga Binaan melalui karya-karya produktif yang bernilai estetis dan ekonomis, "ujar Menteri Agus.