Selasa, 28 April 2026 WIB

Bursa Saham Wall Street Ditutup Turjun Bebas

Redaksi - Rabu, 24 Mei 2023 08:03 WIB
Bursa Saham Wall Street Ditutup Turjun Bebas
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hamir pada setiap harinya dan kali ini pada perdagangan Selasa (23/05/2023) waktu setempat Wall Street ditutup turjun bebas. Bursa Saham AS melemah karena kegelisahan investor tumbuh karena kurangnya kemajuan dalam pembicaraan batas utang AS.


Presiden The Fed Regional James Bullard dan Neel Kashkari pada hari Senin mengindikasikan bahwa bank sentral AS mungkin perlu melanjutkan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 10,3 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 10,6 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Baca Juga:Bupati Labuhanbatu Sambut Tim Verifikasi Bangga Kencana Mandala Karya Kencana Provinsi Sumatera Utara

Ahli strategi yang disurvei oleh Reuters melihat S&P 500 mengakhiri tahun ini di 4.150 poin, turun sedikit dari penutupan Senin di 4.192,63.

Indeks benchmark S&P 500 (.SPX) turun 1,12% menjadi berakhir pada 4.145,58 poin. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,26% menjadi 12.560,25 poin, dan Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,69% menjadi 33.055,51 poin. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (24/05/2023).


Diketahui perwakilan Presiden AS Joe Biden dan anggota Kongres dari Partai Republik mengakhiri putaran pembicaraan plafon utang lainnya pada hari Selasa, karena tenggat waktu semakin dekat untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah atau risiko gagal bayar sebesar USD31,4 triliun.

[br]

Kekhawatiran batas utang mendorong imbal hasil surat utang negara satu bulan ke rekor tertinggi di 5,888%.

Investor juga menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve pada 2-3 Mei lalu, yang dijadwalkan pada hari Rabu, untuk menilai kemungkinan langkah bank sentral berikutnya pada suku bunga.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru