Rabu, 29 April 2026 WIB

Wall Street Bergerak Dua Arah Dan Ditutup Beragam

Redaksi - Selasa, 04 April 2023 10:20 WIB
Wall Street Bergerak Dua Arah Dan Ditutup Beragam
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib) Wall Street ditutup beragam. Bursa saham AS bergerak dua arah karena investor mencerna keputusan produsen minyak mentah utama OPEC+ untuk memangkas produksi.


Pasar dibebani oleh data yang menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada Maret selama lima bulan berturut-turut.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Senin (03/04/2023) bahwa PMI (Indeks Manajer Pembelian) manufaktur AS turun menjadi 46,3% pada Maret dari 47,7% pada Februari. Angka tersebut meleset dari ekspektasi pasar dan menandai level terendah sejak Mei 2020. Angka di bawah 50% menandakan kontraksi di sektor ini.

Baca Juga:Pemprov Sumut Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali Jelang Idulfitri 1444 H

Namun, prospek biaya minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi di Wall Street hanya beberapa hari setelah bukti penurunan harga meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mengakhiri kampanye pengetatan moneter yang agresif.

"Keputusan untuk memangkas produksi merupakan hambatan dalam mengatasi inflasi dan itulah sebabnya, pada keseimbangan kita melihat bias 'risk off' secara umum," kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.


Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 327,00 poin atau 0,98%, menjadi menetap di 33.601,15 poin. Indeks S&P 500 naik 15,20 poin atau 0,37%, menjadi berakhir di 4.124,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 32,46 poin atau 0,27%, menjadi ditutup di 12.189,45 poin. Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (04/04/2023).

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan perawatan kesehatan masing-masing naik 4,91% dan 1,08%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor real estat merosot 0,95%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

[br]

Saham-saham terkait energi menguat setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ pada Minggu (02/04/2023) secara tak terduga mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah lebih dari 1 juta barel per hari mulai Mei.

Pemotongan produksi OPEC+ dapat mendorong harga minyak menuju 100 dolar AS per barel yang mengangkat ekuitas minyak dengan Chevron Corp, Exxon Mobil Corp dan Occidental Petroleum Corp semuanya menguat lebih dari 4,0%.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru