MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini, pada akhir perdagangan Selasa (14/02/2023) harga emas dunia merosot, memperpanjang kerugian hari ketiga berturut-turut.
Investor menyesuaikan posisi di tengah kegugupan menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, karena gambarannya akan menjadi lebih jelas setelah data inflasi Januari dirilis.
Pembacaan indeks harga konsumen Selasa diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut di mana suku bunga berpotensi mencapai puncaknya di AS. Sementara inflasi diperkirakan akan turun lebih jauh pada Januari dari bulan sebelumnya, namun masih dalam tren di tingkat yang relatif tinggi.
Baca Juga:Pemodal Penambangan Emas Ilegal di Taman Nasional Batang Gadis Ditangkap Gakkum KLHK
Kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan aset-aset lain yang tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar, yang diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, juga membuat logam kuning lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lainnya.
Karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS dari data inflasi utama yang akan dirilis hari ini, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (14/02/2023).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD11 atau 0,59% menjadi ditutup pada USD1.863,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tingkat tertinggi sesi USD1.877,20 dan terendah USD1.860,80.
Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 22,3 sen atau 1,01%, menjadi menetap pada USD21,852 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD7,60 atau 0,8%, menjadi ditutup pada USD959,40 per ounce.