Rabu, 29 April 2026 WIB

Awal Desember Harga Emas Merosot Tajam, Ini Biang Keroknya!

Redaksi - Kamis, 01 Desember 2022 10:11 WIB
Awal Desember Harga Emas Merosot Tajam, Ini Biang Keroknya!
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan pada akhir perdagangan Kamis (01/12/2022) harga emas merosot, berbalik melemah dari keuntungan sesi sebelumnya namun masih tetap bertahan di atas level psikologis 1.750 dolar AS.


Berbicara di Brookings Institution pada Rabu (30/11/2022), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa Fed belum selesai menahan inflasi, tetapi laju kenaikan suku bunga dapat melambat segera setelah pertemuan Desember.

Dia mencatat The Fed belum melihat kemajuan yang jelas dalam memperlambat inflasi, menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang. Ini memberi tekanan pada emas.

Baca Juga:Pengesahan APBD 2023 Kota Binjai Batal, Ini Alasan DPRD

Data ekonomi yang dirilis Rabu (30/11/2022) bervariasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,9% pada kuartal ketiga tahun 2022. Pada kuartal kedua, PDB riil turun 0,6%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 10,3 juta pekerjaan yang tersedia pada Oktober, turun dari hampir 10,7 juta pada September.


Serta National Association of Realtors melaporkan bahwa indeks penjualan rumah tertunda (pending home sales) AS turun 4,6% menjadi 77,1 pada Oktober, lebih baik dari penurunan 5,0% yang diperkirakan oleh para ekonom.

The Automated Data Processing Inc (ADP) melaporkan bahwa pemberi kerja swasta AS menambahkan 127.000 karyawan ke daftar gaji mereka pada November, turun dari 239.000 karyawan baru pada Oktober dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 190.000 tambahan untuk bulan tersebut.

[br]

Kemudian, Institute of Supply Management-Chicago melaporkan bahwa indeks manajer pembelian Chicago turun menjadi 37,2 poin pada November dari 45,20 poin pada Oktober, menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut. Ini juga merupakan pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan jauh di bawah perkiraan pasar 47 poin.

Terjadi karena investor bereaksi terhadap pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (01/12/20222).


Untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD3,80 atau 0,22% menjadi ditutup pada USD1.759,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.779,00 dan terendah di USD1.758,21.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 34,5 sen atau 1,61%, menjadi ditutup pada USD21,781 per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari naik USD30,70 atau 3,04%, menjadi ditutup pada USD1.039,30 per ounce.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru