Selasa, 28 April 2026 WIB

Tertekan Imbal Hasil Obligasi Harga Emas Turun

Redaksi - Selasa, 30 Agustus 2022 08:32 WIB
Tertekan Imbal Hasil Obligasi Harga Emas Turun
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta - Tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kuat menyusul sinyal hawkish dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akhir pekan lalu, namun dolar AS yang lebih lemah membatasi penurunan logam kuning. Harga emas sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib).


Harga emas anjlok minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan kemiringan dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus bersaing dengan suku bunga lebih tinggi karena inflasi melonjak dan mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.

Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dengan greenback diperdagangkan di sekitar tertinggi 20 tahun pada Senin (29/08/2022) disertai dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Penguatan dolar, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat merusak prospek emas untuk tahun ini.

Baca Juga:34 Rumah di Sei Lepan Langkat Hangus Terbakar

Lebih dari 60 persen pedagang sekarang memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September.

Komentar dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun secara signifikan di atas 3,0 persen dari tingkat saat ini 2,25 persen hingga 2,5 persen.


Fokus investor minggu ini beralih ke data pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jum'at (02/09/2022), untuk petunjuk arah emas selanjutnya. Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (30/08/2022).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,5 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 18,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun satu dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 854,30 dolar AS per ounce.

[br]

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.749,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.731,40 dolar AS dan tertinggi sesi di 1.757,90 dolar AS.

Emas berjangka anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022), setelah terangkat 9,90 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.771,40 dolar AS pada Kamis (25/08/2022), dan terkerek 30 sen atau 0,02 persen menjadi 1.761,50 dolar AS pada Rabu (24/08/2022).
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru