Senin, 13 Juli 2026 WIB

Kilau Emas Dunia Alami Terang Yang Amat Cemerlang, Berikut Biang Keroknya!

Redaksi - Sabtu, 11 Juni 2022 07:50 WIB
Kilau Emas Dunia Alami Terang Yang Amat Cemerlang, Berikut Biang Keroknya!
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA.Jakarta -Di mana kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD22,70 atau 1,23%, menjadi ditutup pada USD1.875,50 per ounce. Harga emas dunia naik tajam pada penutupan perdagangan Sabtu (11/06/2022).


Untuk data inflasi AS yang lebih tinggi pada Mei memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham AS, mendorong permintaan untuk aset safe-haven emas.

"Kejutan awal dari laporan inflasi yang panas mengirim harga emas ke terendah baru sesi, karena para pedagang dengan cepat menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed untuk pertemuan September," kata analis di platform perdagangan daring OANDA Ed Moya.

Baca Juga:Akan Revisi Peraturan, Menko Polhukam Apresiasi Langkah Kapolri Terkait Kasus Brotoseno

"Kemudian imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 5 tahun dan 30 tahun terbalik dan kekhawatiran pertumbuhan memicu beberapa aliran safe-haven untuk emas," tambahnya.

Sedangkan emas menemukan dukungan tambahan karena pembacaan awal Juni dari indeks sentimen konsumen University of Michigan datang di 50,2.


Di mana tercatat turun 14% dari data final Mei, dan jauh di bawah perkiraan pasar di 58. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (11/06/2022).

Untuk logam lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 11,4 sen atau 0,52%, menjadi ditutup pada USD21,931 per ounce.
Sementara platinum untuk pengiriman Juli turun USD4,9 atau 0,5%, menjadi ditutup pada USD971 per ounce.

[br]

Hal ini terjadi setelah saham di Wall Street mengalami pukulan terburuk dalam tiga minggu setelah data inflasi AS untuk Mei menunjukkan posisi tertinggi 41 tahun yang mengindikasikan Federal Reserve bisa menjadi lebih agresif dengan kenaikan suku bunganya.

Adapun Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jum'at (10/06/2022) bahwa indeks harga konsumen AS naik 8,6% pada Mei dari tahun lalu, kenaikan tertinggi sejak Desember 1981. Inflasi inti tidak termasuk makanan dan energi naik 6,0%. Keduanya lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru