Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Menanti Pertemuan The Fed, Indeks Dolar AS Melemah

Redaksi - Sabtu, 22 Januari 2022 06:35 WIB
Menanti Pertemuan The Fed, Indeks Dolar AS Melemah
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta â€" Dolar melemah bersama dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sementara investor menantikan pertemuan Federal Reserve minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang prospek kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).


Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,1% hari ini di 95,650 tetapi naik 0,5% untuk minggu ini.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin juga terseret lebih rendah dan mencapai level terendah sejak Agustus. Bitcoin terakhir jatuh 6,0%, sementara ether merosot lebih dari 8,0%.

Baca Juga:Seketaris Kopertis Wilayah IX Sumut Serahkan Tanda Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan Islam

Terhadap yen, dolar terakhir turun 0,4% pada 113,680. Untuk minggu ini, dolar turun sekitar 0,5% terhadap yen. Euro terakhir naik 0,3% terhadap dolar pada 1,1341 dolar, sementara itu turun sekitar 0,6% untuk minggu ini.

Penjualan ritel di Inggris menambah data ekonomi yang lebih lemah baru-baru ini. Pound melemah 0,3% terhadap dolar pada 1,3553 dolar.


Ekspektasi bahwa Fed akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, telah mendorong kenaikan imbal hasil dan dolar awal pekan ini, dan indeks dolar AS ditetapkan untuk persentase kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Desember. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (22/01/2022).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah karena penurunan pasar saham mencerminkan selera risiko yang buruk, sementara kekhawatiran tentang potensi konflik di Ukraina mendorong permintaan untuk mata utang safe haven.

[br]

Pasar memperkirakan sebanyak empat kenaikan suku bunga tahun ini, mulai dari Maret dan memperkirakan Fed mulai memangkas neraca 8 triliun dolar AS-plus dalam beberapa bulan. Pertemuan Fed minggu depan bisa menjelaskan seberapa cepat itu akan diperketat.

"Semuanya akan agak tenang" sampai Fed merilis pernyataannya pada Rabu (26/1/2022) setelah pertemuan dua hari, kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

"Masuk akal dolar agak diredam hari ini karena kurangnya dorongan nyata dari data."
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru