MATATELINGA. Jakarta - Pandemi Covid-19 benar benar sangat berdampak bagi seluruh kalangan pekerja apa lagi saat diterapkan nya PPKM Darurtat. Kementerian Ketenagakerjaan mengumpulkan kepala dinas ketenagakerjaan di daerah PPKM level 3 dan 4 pada hari ini. Tujuannya mensukseskan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021.
Indah Anggoro Putri selaku Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker meminta para Kadisnaker agar dapat berkolaborasi dan bersama-sama bersemangat dalam melaksanakan BSU tahun ini. Baginya, dukungan dan kolaborasi dari para Kadisnaker sangat penting bagi kelancaran pelaksanaan BSU.
"Peran Bapak, Ibu Kadisnaker adalah harus memastikan para pekerja yang terdampak di sektor-sektor seperti transportasi, hotel, restoran, ritel itu benar ter-cover dalam BSU," tambahnya.
Baca Juga:Stimulus Kelistrikan, Upaya Pemerintah Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi
Indah Anggoro Putri selaku Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker mengatakan, program BSU bukan program baru karena program tersebut telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Hanya saja, sambung Dirjen Putri, untuk BSU tahun ini terdapat sedikit perbedaaan.
"Perbedaannya dikaitkan dengan keadaan saat ini, yaitu PPKM Darurat dan juga yang utamannya berdasarkan masukan-masukan dari sejumlah pihak atas pelaksanaan BSU tahun kemarin agar kita tahun ini berjalan lebih tertib, lebih akuntabel, dan lebih tepat sasaran bagi penerima BSU," ucap Indah.
[br]
Menurutnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sangat menaruh perhatian terhadap program BSU guna mencegah terjadinya PHK dan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi para pekerja, sehingga kemiskinan kronis tidak bertambah.
"Kita pastikan bersama bahwa BSU sebagai salah satu instrumen stimulus harus benar-benar fokus, tepat sasaran dan tepat manfaat sehingga dapat mencegah PHK, dan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi para pekerja sehingga angka kemiskinan kronis tidak bertambah," jelasnya. (Mtc/Okz)