Selasa, 28 April 2026 WIB

Pasukan Emak-Emak Tak Lagi Banting Periok, Pencairan Bansos Tunai dan BLT di Rapel, Berikut 5 Faktanya

- Minggu, 20 Juni 2021 07:30 WIB
Pasukan Emak-Emak Tak Lagi Banting Periok, Pencairan Bansos Tunai dan BLT di Rapel, Berikut 5 Faktanya
Ilustrasi

MATATELINGA. Jakarta - Di tengah kebijakan larangan mobilitas, masyarakat menantikan pencairan bantuan sosial (bansos) Mei 2021 bersamaan dengan bansos Juni. Harapannya untuk menaikkan daya beli masyarakat.



Namun hingga melewati tengah bulan Juni ini pemerintah masih belum bisa memastikan kapan bantuan tersebut akan dicairkan.


Lalu kapan bansos tunai ini akan dicairkan? Berikut beberapa fakta yang dikumpulkan tim wartawan, Minggu (20/06/2021):


1. Masih Terus Dalam Pembahasan


Baca Juga:Berkas Perkara Dugaan Korupsi UINSU Dinyatakan Lengkap


Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) 2021 telah dipastikan akan diperpanjang setelah sebelumnya sempat dihentikan.


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bansos tunai untuk Mei 2021 akan dirapel penyalurannya di bulan Juni 2021."Rencananya (pencairan bansos tunai bulan Mei) akan dibayarkan bersama di bulan Juni," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari.


Tapi selain itu, dia juga mengaku belum mengetahui kapan tanggal pasti pencairan dana segar tersebut. Pasalnya, hingga kini masih dalam pembahasan.



2. Bansos akan Dirapel


Pemerintah menyatakan bansos tunai akan cair pada bulan Juni 2021. Pencarian bansos tunai sebesar Rp300.000 akan dirapel.


Dengan demikian, masyarakat dapat bansos tunai Rp600.000 bulan Juni karena digabungkan untuk Mei dan Juni 2021.


Semula, bansos tunai direncanakan berakhir April 2021 namun ternyata diperpanjang dua bulan dari Mei hingga Juni 2021.


3. Bansos Cair di Bulan Juni


Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengingatkan masyarakat bahwa bansos tunai belum dapat dipastikan akan cair di tanggal 1 Juni 2021. Tapi dia memastikan pencairan akan dilakukan di bulan Juni.



[br]



4. Masyarakat Terdampak Pandemi Membutuhkan Bansos


Dampak pandemi covid19 melumpuhkan sektor pariwisata yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi utama Bali.


Situasi sulit dialami Ketut. Ibu tiga anak itu tinggal di Jalan Kapten Japa, Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali. Sebagai ibu rumah tangga, Ketut mengandalkan suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.


"Mulai Maret tahun lalu di PHK. Pariwisata tutup, sehingga tamu tidak ada yang datang ke Bali. Akhirnya tidak kerja lagi," keluh Ketut.


Meskipun nasibnyakurang beruntung, namun Ketut mendapatkan rezeki lain. Ketut mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah.


BST merupakan bantuan uang senilai Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) setiap bulan.


"Saya dikasih tahu oleh kepala desa, bahwa saya dapat bantuan BST. Disuruh ambilnya di kantor Pos. Ya sudah, saya kumpulkan KTP dan KK. Prosesnya berlangsung cepat," kata Ketut.


Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya BST, dia tidak pusing untuk menghidupi ketiga anaknya.



5. Tahapan pencairan bansos tunai


Untuk mencairkannya, KPM bisa mendatangi kantor pos terdekat setelah menerima surat pemberitahuan pencairan BST. Kantor Pos telah menetapkan jadwal pencairan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Maka, KPM diminta hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.


Pencairan Bansos Tunai tidak boleh diwakilkan, oleh karena itu KPM wajib membawa surat undangan dan KTP atau KK. Bagi KPM yg sedang sakit, lansia, dan disabilitas, petugas kantor pos akan mengantar langsung dana BST ke tempat penerima. (Mtc/Okz)


Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru