Selasa, 28 April 2026 WIB

Mata Uang Garuda Tercatat Mengalami Pelemahan

Redaksi - Jumat, 04 September 2020 08:15 WIB
Mata Uang Garuda Tercatat Mengalami Pelemahan
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: Senasib, mata uang Garuda ini tercatat juga mengalami pelemahan di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah ditutup melemah tipis 0,09% ke level Rp 14.818 per dolar AS.


Presiden Komisioner HFX Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah bakal tertekan imbas dari kemungkinan program burden sharing pemerintah dan Bank Indonesia yang berlanjut hingga 2022. Kurs rupiah di pasar spot berpeluang kembali berada dalam tren negatif pada perdagangan hari ini (4/9/2020). 

Hal tersebut diperkirakan bakal mendorong inflasi Indonesia. "Inflasi yang meningkat buat daya tarik investasi di Indonesia menjadi menurun, sebab pengembalian nyata yang dihasilkan menjadi lebih rendah. 
Hal ini akan memukul nilai tukar rupiah. Belum lagi tren positif dolar AS belum akan berhenti," sebut Sutopo, seblumnya Kamis (3/9/2020).

Dari eksternal, Sutopo menyebut, data tenaga kerja dan upah Amerika Serikat (AS) juga menentukan pergerakan rupiah. Karena jika data tersebut mengecewakan, rupiah punya sedikit amunisi untuk menguat. 


Tetapi jika sebaliknya, the greenback bakal perkasa dan menekan nilai tukar mata uang Garuda. Sutopo pun memperkirakan rupiah, akan bergerak di kisaran Rp 14.600 - Rp 14.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin, rupiah spot melemah dan ditutup terkoreksi 0,22% ke Rp 14.778 per dolar AS, dikutip dari laman Kontan. 
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru