MATATELINGA, Jakarta: Sejak 2022, PSSI memang gencar menaturalisasi pemain, akan tetapi hanya yang memiliki darah keturunan Indonesia. Itu dimulai dari Jordi Amat hingga terakhir Kevin Diks.
Sejatinya bukan kali ini saja PSSI menaturalisasi pemain keturunan. Sebelumnya sudah ada beberapa nama seperti Tonnie Cusell dan Jhonny van Beukering.
Program naturalisasi ini ditegaskan Ketua Umum PSSI Erick Thohir belum akan dihentikan. PSSI akan terus mendatangkan pemain-pemain keturunan menjadi WNI.
"Aturan FIFA menjelaskan setiap negara boleh menaturalisasi semua pemain. Kita bisa melihat tim nasional Belanda sendiri, itu banyak keturunan Suriname," sebutnya Erick pada 2024.
Menurut Erick,tanpa darah Indonesia tidak memiliki rasa nasionalisme jika kelak menjadi pemain timnas.
"Jadi kalau kami sih akan terus [mencari pemain keturunan] sepanjang memang kualifikasinya kan. Sejak saya disini kan saya bilang, harus darah [Indonesia]. Saya enggak mau kayak yang sebelumnya tidak darah kan.
Harus permintaan pelatih dan kemudian datanya dia ada darah [Indonesia]."
"Kalau enggak ada darah, memang ada pasal sih yang 5 tahun bermain [di Indonesia dan bisa dinaturalisasi], kayak Malaysia. Kan Malaysia kan gitu kan, bukan menetap. Kan pasalnya gitu ya? Bukan cuma menetap, harus main dan tidak keluar dari Indonesia selama 5 tahun, tapi kalau keluar masuk 10 tahun.
Nah kita enggak mau ambil [pemain yang tidak punya darah keturunan] itu karena bagaimanapun rasa memilikinya pasti berbeda dengan orang yang neneknya kakeknya berdarah Indonesia," beber Amali jauh sebelumnya.