Sabtu, 05 September 2026 WIB

Wali Kota Pematang Siantar, Sosialisasi Perwa tentang Program BAAS dan BAKRS

- Kamis, 21 September 2023 11:25 WIB
Wali Kota Pematang Siantar, Sosialisasi Perwa tentang Program BAAS dan BAKRS
Matatelinga.com
Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwa) Pematang Siantar tentang Program Gerakan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Bapak/Bunda Asuh Keluarga Beresiko Stunting (BAKRS) 
MATATELINGA. Pematang Siantar :Stunting merupakan kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak dalam jangka panjang dan mengakibatkan anak sering infeksi dengan ditandai tinggi badan anak di bawah standar.

Merupakan masalah serius dan butuh penanganan yang tepat dan menyeluruh. Tidak bisa hanya anak yang ditangani, tetapi ibunya juga harus ditangani, termasuk kondisi sosial ekonomi serta lingkungan anak penderita stunting.


Sebut Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwa) Pematang Siantar tentang Program Gerakan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Bapak/Bunda Asuh Keluarga Beresiko Stunting (BAKRS) melalui Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Kota Pematang Siantar Tahun 2023 di Ruang Serbaguna Pemko Pematang Siantar, Rabu pagi (20/09/2023).


BACAJUGA



Menurut survei tahun 2021 Kota Pematang Siantar, untuk stunting berada di angka 15 persen dan di tahun 2022 Kota Pematang Siantar menjadi lokus stunting (lokasi untuk penanganan stunting).

"Di tahun 2022 itu juga pemerintah telah mengupayakan untuk penurunan angka stunting, namun tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan, hanya turun 0,7 sehingga mencapai angka 14,3 persen di tahun 2022.

Pemko Pematang Siantar melalui dinas terkait yang dimotori DInas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) terus melakukan upaya-upaya, dengan target di tahun 2023 angka stunting menjadi 11,08 persen. Kemudian, di tahun 2024 ditargetkan semakin menurun hingga 8,96 persen.

"Walaupun Kota Pematang Siantar saat ini di posisi terbaik keempat se-Sumatera Utara. Di mana angka stunting Provinsi Sumut 21,1," persen," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Sumut Dra Rabiatu Adawiyah MPHR menyampaikan, program penurunan stunting bukan hanya tugas satu instansi. Melainkan tugas dan tanggung jawab semua sektor, termasuk masyarakat.

"Kami juga cukup berbangga dengan Kota Pematang Siantar, dari tahun 2021 ke 2022 trennya juga kelihatan menurun. Kalau 2021 di angka 15 persen, sedangkan di tahun 2022 di angka 14,3 persen, menurun sekitar 0,7 persen.

Harapan kami, tahun depan sesuai target pemerintah secara nasional 14 persen, dan kalau bisa penurunan angka stunting di Kota Pematang Siantar 9 persen.

Tampak hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas PPKB Kota Pematang Siantar Hasudungan Hutajulu SH, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pematang Siantar Aprina Manurung, sejumlah unsur Forkopimda, perwakilan KPw Bank Indonesia Pematang Siantar, para pimpinan OPD, Kepala Puskesmas, camat, dan Pimpinan Cabang Koordinator Bank Sumut Pematang Siantar Suhardi Sembiring.

Penulis : sip
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru