Berita Sumut

Wagubsu Hadiri Seminar Nasional Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama

rizky
Matatelinga.com
Musa Rajekshah menjadi pemateri pada seminar nasional 'Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama
MATATELINGA. Medan - Hadiriseminar nasional 'Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama,Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menjadi pemateri. Iamengingatkan tentang pentingnya sikap moderasi dalam beragama. Karena, dengan paham moderat ini, umat Islam dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme, sehingga toleransi antarsesama umat beragama bisa terus terjaga.



"Moderasi beragama ini penting agar kita menyadari ada perbedaan dan keanekaragaman. Kita juga tahu negara kita adalah negara Pancasila yang dalam sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya bangsa kita ini adalah bangsa yang beragama," ungkap Wagub Musa Rajekshah saat menjadi pemateri pada seminar nasional 'Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama' di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Sabtu (09/10/2021).


Wagub menjelaskan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) moderasi berarti pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstriman. Karena itu, menjadi moderat adalah menjadi orang yang tidak ekstrim dan selalu mengambil posisi di tengah, adil dan tidak ekstrim kanan atau kiri.


Baca Juga:Rasa Syukur Hari Jadi Ke-4, SIP Angkatan 46 WSH Polda Sumut Berbagi Kasih ke Panti Asuhan

"Karenanya jika moderasi beragama ini dikelola dengan baik, maka tentu bisa menjaga kerukunan umat beragama," jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.


Ijeck melanjutkan, dalam moderasi ini atau menjadi seorang moderat, memiliki tiga syarat penting. Pertama ialah harus memiliki pengetahuan yang luas, kedua pintar mengendalikan emosi diri dan ketiga selalu bersikap hati-hati.



"Kita lihat di Indonesia ini banyak memiliki adat istiadat yang berbeda. Karenanya kita tentunya tidak mengharapkan lagi ada daerah yang sampai terjadi konflik," terangnya.


Sedangkan radikalisme, papar Ijeck, terdapat beberapa ciri-ciri identik yang ketap terjadi. Pertama selalu mengklaim kebenaran tunggal, kemudian mengutamakan ibadah secara penampilan, menggunakan cara kekerasan, mudah mengkafirkan orang lain, tertutup kepada masyarakat, dan apolitik atau tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaTerkiniWagubsu Hadiri Seminar Nasional Literasi Kebangsaan Moderasi dan Toleransi Beragama

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.