Berita Sumut

Waduh, Pasokan Obat Malaria Lagi Kosong Nih, Kok Bisa?

rizky
Mtc/ist
Ilustrasi
MATATELINGA, Medan : Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengakui saat ini sedang terjadi kekosongan terhadap obat malaria. Hal ini disebabkan, lantaran dropping pasokan dari pusat yang tidak ada.



"Bukan hanya dialami Sumut, tetapi juga untuk sejumlah Provinsi lain se-Indonesia, karena difokuskan dikirim Kemenkes RI ke wilayah endemis tinggi seperti Papua, Papua Barat dan NTT," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumut, drg Ismail Lubis, Senin (26/09/2022).


Ismail menjelaskan, untuk langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut melakukan pemberian KINA sebagai pilihan kedua atau lini kedua dengan dosis yang sudah ditetapkan Kemenkes RI.


Baca Juga:Pemprov Sumut Dukung Program dan Kegiatan JMSI Sumut

Di sisi lain, Ismail mengaku, sebanyak 21 Kabupaten/Kota dari 33 wilayah di Sumut sudah menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kemenkes RI, yakni Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Padangsidimpuan.


Tanjungbalai, Sibolga, Deliserdang, Serdangbedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Toba, Humbahas, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Paluta dan Labusel.



Sedangkan untuk wilayah endemis rendah (API < 1 per 1.000 penduduk dalam satu tahun = Annual Parasite Incidence = Angka Kesakitan per 1.000 penduduk berisiko dalam satu tahun) yaitu Labuhan Batu, Langkat, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Gunung Sitoli.


"Endemis Sedang (API 1-5 per 1.000 penduduk), yaitu Asahan, Batubara dan Labura," terangnya.


Penulis
: Amrizal
Editor
: Rizky
Tag:Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera UtaraMatatelingaTerkiniobat malaria

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.