Rabu, 29 April 2026 WIB

BPS : Penyumbang Inflasi di Sibolga Cabai dan Bawang

- Rabu, 05 Juni 2024 20:08 WIB
BPS : Penyumbang Inflasi di Sibolga Cabai dan Bawang
matatelinga
Kepala BPS Sibolga, Sabar Hariandja dan Ketua Tim Statistik Harga BPS, Walter Situmeang saat ngobrol bersama RRI.
MATATELINGA, Sibolga: Kota Sibolga pada Mei 2024, alami inflasi sekitar 0,33 persen pasca bulan sebelumnya sempat deflasi.


Salah satu komoditas penyumbang utama inflasi di Sibolga akibat kenaikan harga cabai merah dan bawang merah di pasaran.

Lalu, ikan gembung atau kembung, ikan aso-aso, emas perhiasan, sigaret kretek, kelompok makanan dan minuman.


"Ada 60 komoditas naik dari 330 jenis komoditas kita survey," jelas Walter Situmeang, ketua Tim Statistik Harga BPS Sibolga, saat Obrolan Mozaik Indonesia RRI, Rabu (05/06/2024).


"Harga cabai merah naik 31 persen pada Mei 2024. Disusul harga bawang merah. Meski harga beras deflasi 0,72 persen dengan andil -0,04 persen," lanjutnya.


Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga cabai merah dan bawang merah naik pada Mei lalu.


"Untuk cabai merah sesuai hasil SBH 2022, masyarakat kita suka konsumsi cabai sehingga bobot cukup besar, hasil petani berkurang, sementara permintaan meningkat," kata Walter.


"Bawang merah harganya terus bergerak naik, stok hasil panen petani berkurang karena beberapa daerah gagal panen akibat faktor cuaca, ditambah bawang impor belum masuk ke pasar," ujarnya.

[br]

Walter mengakui, tingginya inflasi setiap bulannya, dikhawatirkan menambah beban masyarakat dan berdampak pada terganggunya stabilitas konsumsi serta ekonomi di Sibolga.


"Apabila pendapatan tidak meningkat, maka dapat mengurangi kebutuhan lain misalnya Pendidikan dan Kesehatan, seperti putus sekolah dan tidak mampu untuk berobat," jelas Walter.


"Bahkan dampaknya juga pada negara, bisa bangkrut kalau inflasinya sangat tinggi dan tidak terkendali. Bunga utang bisa sangat tinggi, akan membebani APBN kita," ungkapnya.

Kepala BPS Sibolga, Sabar Hariandja juga menyebut, tingginya inflasi Sibolga tentu menjadi warning agar disikapi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

"Jika sesuai target Pemerintah diawal tahun pada rentang 1,5 - 3,5 persen, Inflasi Sibolga Mei 2024 bulanan (m-to-m) sebesar 0,33 persen, tahunan (Y-on-Y) 4,15 persen, dan tahun kalender (y-t-d) 2,71 persen," sebut Sabar.

"Harus disikapi TPID, agar bulan berikut yaitu Juni-Desember 2024 atau 7 bulan mendatang, kestabilan harga sangat perlu dijaga, supaya angka yang telah ditetapkan pemerintah juga terpenuhi dengan tepat," tambahnya. (Muafdan)





Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru