Senin, 21 September 2026 WIB

Eldin Harap Tingkat Kelulusan Capai 100 Persen

Admin - Senin, 14 April 2014 15:16 WIB
Eldin Harap Tingkat Kelulusan   Capai 100 Persen
Matatelinga - Medan, Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi berharap tingkat kelulusan siswa yang mengikuti  Ujian Nasional (UN) di Kota Medan bisa mencapai 100 persen.  Sebab, dia melihat persiapan yang telah dilakukan masing-masing sekolah untuk menggelar UN tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di samping itu  para siswa yang mengikuti UN dimintanya  tidak perlu stress  dalam  memikirkan ujian dan harus tenang agar hasilnya bisa lebih baik lagi.

Harapan ini disampaikan  Eldin usai meninjau pelaksanaan UN di SMK Negeri 3  Medan Jalan STM Medan, Senin (14/4/2014). Dalam peninjauan ini turut hadir auditor Inspektur Jenderal (Irjen) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Fauziah serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan.

“Berdasarkan hasil peninjauan yang telah kita lakukan bersama ibu dari auditor Irejen Kemendikbud, hari pertama pelaksanaan UN di Kota Medan berjalan dengan lancar. Walaupun sempat ada kekurangan beberapa soal matematika sehari sebelum pelaksanaan UN, namun Minggu  (13/4) malam  soal matematika itu sudah sampai,” kata Eldin.

Kemudian Eldin menjelaskan, kemungkinan terjadinya kebocoran soal pada UN tahun ini seperti yang dilansir sejumlah media dinilainya  sangat kecil.  Pasalnya, seluruh soal yang datang dari pusat langsung mendapat pengawalan ketat. Sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah jam 05.00 subuh, seluruh soal  yang ditempatkan di gudang Dinas Pendidikan dikawal 10 orang aparat kepolisian dan tak satupun diperkenankan masuk.


“Saya rasa kecil sekali  kemungkinan bisa terjadi kebocoran soal. Seluruh soal yang berasal dari pusat ditempatkan dalam kotak. Sudah itu lembaran soal dilapisi plastik dan disegel lagi. Untuk membuka plastiknya saja sangat sulit.  Apalagi lembaran soal akan dibuka di depan kelas tentunya dalam kondisi utuh. Jadi Insya Allah kebocoran soal tidak terjadi,” jelasnya.

Selanjutnya disinggung soal target kelulusan siswa tahun ini, Eldin berharap bisa mencapai  100 persen. Sebab, seluruh soal-soal yang diujikan merupakan hasil pembelajaran yang telah dilakukan para siswa mulai kelas satu sampai kelas tiga. Hanya saja karena pelaksanaan ujian digelar secara serentak di seluruh Indonesia, para siswa merasa was-was dan stress.


“Hadapi saja UN dengan tenang  disertai selalu konsentrasi penuh membaca soal demi soal yang diujikan. Percaya  diri  dengan kemampuan masing-masing, sebab sebelum menghadapi UN, saya yakin para siswa telah mempersiapkan diri dengan baik.  Insya Allah hasil yang diperoleh  akan jauh lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu auditor Irjen Kemendikbud RI, Fauziah berdasarkan hasil peninjauan yang telah dilakukan mulai persiapan sampai digelarnya UN, dia pun menegaskan tidak mungkin terjadi kebocoran soal. Jika pun ada kunci jawaban yang tersebar, dia menduga kemungkinan ada bimbingan belajar (bimbel) yang mencari sensasi.

“Berdasarkan hasil peninjauan yang telah saya lakukan, tidak mungkin soal UN bisa bocor. Untuk itu kita perlu menekankan kepada masyarakat, terutama para siswa yang akan mengikuti UN agar tidak percara dengan iming-iming ada kunci jawaban. Dari mana kunci jawaban bisa beredar, soalnya aja baru dari tadi pagi  diambil,” tegas Fauziah.

Untuk itu dia mengajak media massa  agar meredam berita yang mengatakan ada soal maupun kunci jawaban beredar. Sebab, berita itu tentunya akan mempengaruhi efek psikologis siswa yang akan mengikuti UN. Kondisi itu dikhawatirkannya akan membuat para siswa tidak percaya diri atas jawaban yang dibuatnya meskipun sudah benar.      

Begitu juga dengan  sinyalir kemungkinan pihak sekolah menggant lembar jawab siswa agar tingkat kelulusan mencapai 100 persen, Fauzih langsung menyanggahnya. “Nggak mungkin itu bisa dilakukan. Begitu selelsai ujian, lembaran jawaban langsung dilakban di ruang kelas. Setelah itu dikumpulkan di posko, baru kemudian diantarkan ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pemindaian yang dilakukan pada malam hari di Unimed,” jelasnya.

Sementara itu Kepsek SMK Negeri 3 Medan Drs Usman Lubis saat dikonfirmasi wartawan, mengaku belum mengetahui  apakah ada siswanya yang tidak mengikuti UN. Dia berasalan sejak pagi terus mendampingi  PLT Wali Kota yang melakukan peninjauan. “ Saya belum cek, sebab di atas (di ruangan kerjanya) dari tadi. Jadi belum sempat tahu apakah ada siswa yang tidak datang atau bagaimana,” jawab Usman



(Hendra/Mt-01)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru