Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Pemerintah Berencana Beli Babi yang Terkena Virus Hog Cholera untuk Dimusnahkan

- Sabtu, 23 November 2019 10:55 WIB
Pemerintah Berencana Beli Babi yang Terkena Virus Hog Cholera untuk Dimusnahkan
mtc/ist
MATATELINGA, Medan: Untuk menekan jumlah penyebaran virus hog cholera, pemerintah berencana membeli babi yang terjangkit virus itu untuk dimusnahkan. Ini merupakan salah satu opsi penanganan virus hog cholera atau kolera babi di Sumatera Utara yang disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ketut Diarmita.  Menurut Ketut, cara ini juga baik untuk mencegah kerugian di pihak peternak.

[adx]





"Ini penyakit yang eksotik, artinya penyakit yang baru masuk ke Indonesia, pada babi. Dan penyakit ini tidak ada obatnya, tidak ada vaksinnya di dunia. Nah, dengan hal seperti itu, artinya ketika ada babi yang sakit, ini tinggal nunggu mati," kata Diarmita di Medan, Jumat (22/11/2019).

Diarmita menyebutkan daripada menunggu mati, lebih baik menurutnya dilakukan calling saja. Agar peternak, atau petani tidak membuang bangkai babi secara sembarangan. Pasalnya, semakin dibuang sembarang, penanganannya akan semakin sulit sebab virus akan menyebar kemana-mana.

"Sebenarnya yang paling aman itu, ya diganti. pemerintah yang menanggung. Karena rakyat kan tak boleh dirugikan. Kita yang musnahkan. Kita beli, kita yang musnahkan," katanya 

Dia menerangkan nilai pembelian oleh pemerintah terhadap babi yang terkena virus itu akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika harga Rp 20 ribu per kg, maka senilai itulah yang dibayarkan kepada peternak.

"Itu lebih aman, dan tidak ada yang teriak," kata Dianta.






[adx]

Terkait dengan virus hog cholera kini mewabah hebat di Sumut, Dianta menyatakan Menteri Pertanian sudah menerima surat dari Gubernur Sumut dan sudah direspons. Nantinya akan ditentukan status dari situasi ini, berikut konsekuensinya.

Kasus kematian ternak babi di Sumut akibat virus hog cholera terjadi sejak 25 September 2019. Bermula dari Kabupaten Dairi, dan menyebar di 16 kabupaten dan kota di Sumut. Hingga kini jumlah ternak yang mati mencapai 10.289 ekor.(mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru