MATATELINGA, Deliserdang: Tim Jibom Geganan Brimob Polda Sumut kembali memusnahkan rangkaian bom dan bahan peledak yang ditemukan tim gabungan Densus 88 Anti-teror dan Polda Sumut dari pelaku jaringan teroris di Medan. Pemusnahan digelar di tanah kosong di Desa Klumpang Kebun, Hamparan Perak, Kamis (21/11/2019) pagi.
[adx]
Kasubden Jibom Gegana Brimob Polda Sumut, AKP Daud Pelawi kepada wartawan mengatakan berbeda dengan sebelumnya, pemusnahan kali ini dilakukan dengan mencerai beraikan komponen bahan peledak tersebut.
"Yang kita laksanakan tadi adalah pendistraktorat. Ini beda yang kemarin kita lakukan disposal, kita hancurkan. Ini kita cerai beraikan. Maka hasilnya, ini ada casing, kabel switch dan inisiatornya. Ini isiannya, ada paku, lengkap," ungkap AKP Daud Pelawi kepada wartawan.
Tindakan kali ini berbeda dengan disposal, pemusnahan dengan cara diledakkan terhadap dua bom aktif yang ditemukan dari pengeledahan ditambak Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Disposal tersebut dilakukan di lahan Perkebunan PTPN ll Helvetia, Jalan Sei Bederah Jatian, Pasar III Lori, Dusun 20, Desa Klumpang Kebon, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/11) lalu.
[adx]
Rangkaian bom tersebut hasil pengeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti terkait aksi bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) lalu.
"Ditemukan ditambaknya atas nama Hasbilah Desa Sicanang Kering Sicanang Belawan. Posisi bom disembunyikan didalam tanah, sekitar 30 sampai 40 cm. Jarak dari rumah tempat disembunyikan bom, kebetulan kita yang mendampingi, sekitar 100 meter," sebutnya.
Namun Daud enggan menyebutkan jumlah yang disita. Pasalnya pihaknya hanya diminta untuk melumpuhkan rangkaian bom tersebut. "Kita hanya diberikan bom untuk penanganan, untuk penjinakan saja. Jumlahnya nanti kita tidak menerima barang bukti, hanya bersifat bomnya saja untuk kita amankan," akunya.
Soal kekuatan bom tersebut, ia menilai, dari rangkaian yang digunakan, memiliki daya ledak rendah. Namun, yang patut dikhawatirkan adalah jumlah bom yang berbahaya. "Ini bahannya (dampak bom) low explosive, tapi dampaknya bukan bicara high atau low, tapi jumlah besarnya (ledakan)," pungkasnya. (mtc/fae)