MATATELINGA, Labuhanbatu: Mayat Maratua P. Siregar (Sanjai) kembali ditemukan di semak-semak dengan kondisi luka bacokan beserta sepeda motor yang dipinjam dari Burhan Nasution rekan korban, penemuan korban sekitar 200 meter dari penemuan mayat Raden Sianipar yang sebelumnya ditemukan tidak bernyawa di parit belakang kontener PT SAB/KSU Amalia, di dusun Wonosari kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.
[adx]
Demikian dikatakan Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto saat dikonfirmasi awak media melalui selulernya Kamis (31/10/19).
Dijelaskan Kapolsek, "Penemuan mayat Maratua P. Siregar sekira pukul 10.00 wib pagi, di tubuh korban ditemukan tanda- tanda kekerasan berupa luka bacokan di kepala, di punggung dan paha sebelah kanan, dan mayat Maratua P. Siregar sudah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sei Berombang."
Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, diketahui kedua korban yang diduga dibunuh orang tidak dikenal kesehariannya berprofesi sebagai wartawan terbit mingguan dan kritis menyoroti permasalahan sengketa areal milik perkebunan PT SAB/KSU AMELIA yang saat ini sudah dieksekusi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.
[adx]
"Korban mantan wartawan kita dua tahun lalu, tapi komunikasi dengan mereka masih baik dan saya juga terkejut akan kabar meninggal nya mereka. Untuk itu saya berharap pihak Kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini," Ujar Pemilik Surat Kabar Pindo Merdeka, Paruhuman Daulay via seluler.
Sementara, menurut teman korban bernama Johan, korban pernah ribut dengan orang yang mengaku pemilik lahan didaerah sengketa tempat ditemukannya mayat korban.
"Beberapa hari yang lalu sebelum kejadian, korban pernah cekcok dengan orang yang mengaku pemilik lahan didaerah itu," Ujar Johan via seluler.(mtc/ZUL).