Sabtu, 27 Juni 2026 WIB

Puluhan Ekor Babi di Tapanuli Utara Mati Mendadak, Diduga Diserang Virus Hog Cholera

- Selasa, 15 Oktober 2019 10:45 WIB
Puluhan Ekor Babi di  Tapanuli Utara Mati Mendadak, Diduga Diserang Virus Hog Cholera
mtc/ist
Dalam dua minggu belakangan, puluhan ekor babi di Kecamatan Tarutung dan Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mati mendadak. Diduga puluhan ekor babi tersebut terserang Virus Hog Cholera.
MATATELINGA, Taput: Dalam dua minggu belakangan, puluhan ekor babi di Kecamatan Tarutung dan Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mati mendadak. Diduga puluhan ekor babi tersebut terserang Virus Hog Cholera.




[adx]

Salah satu daerah terparah terserang wabah itu berada di Desa Simorangkir Hanbiaaran, Kecamatan Siatas Barita. Peternak babi disana mengaku resah dengan kematian hewan ternaknya.

kepala Desa Simorangkir,  Hardi Saut Simorangkir mengatakan kejadian ini sudah dua minggu terjadi, virus itu menyerang babi dengan cepat hingga babi di sana mati mendadak.

" Gejalanya babi itu gemetar lalu mati, ada 30 lebih kalau tidak salah secara  tiba tiba mati di serang wabah itu," ujar Hardi, Selasa (15/10/2019).

Meski wilayahnya terserang Hog Cholera, namun menurut Hardi jumlah babi yang mati setiap harinya sudah jauh  berkurang,  karena Pemkab Taput sudah datang memberikan vaksin.

"Karena pemerintah  sudah membawa (vaksin) antibiotik untuk mencegah agar tidak menular," ujar Hardi.





[adx]

" Tolong pemerintah segera mencari penyebabnya, masyarakat resah karena hewanya berkurang," imbuhnya bermohon/

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, Sondang Ey Pasaribu membenarkan fenomena ini. Dia mengatakan virus ini  pertama sekali merebak di Eropa sebelum akhirnya sampai ke Indonesia.

"  Sebelumnya wabah Hog Cholera terjadi di Medan, menyebar ke Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan dan selanjutnya Tapanuli Utara," ujar Sondang.

Sondang mengatakan, sebelum terkena wabah Hog Cholera, babi babi yang terkena virus ini mengalami gejala demam, menggigil, kotoran mengeras, kurang nafsu makan hingga di sekitar telinga berwarna merah kebiruan.

"  Dampaknya menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan laporan petugas Kecamatan Siatas Barita, ternak Babi  yang mati akibat tertular Hog Cholera sekitar 52 ekor," ujar Sondang .




[adx]


Untuk mencegah virus tidak menular ke ternak  babi yang lain Pemkab Tapanuli melalui Dinas Pertanian sudah melakukan vaksinasi  ke ternak yang belum tertular serta melakukan pencegahan kepada ternak yang sudah tertular.

" Kita juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk melaksanakan sanitasi dan desinfeksi kandang, tidak memotong ternak yg tertular, membawa ternak dari daerah tertular, serta  mengubur ternak yang mati, bukan membuangnya ke sungai," pungkas Sondang.

Pihaknya juga sudah membuat surat edaran ke Bupati, seluruh camat, kepala Desa  serta  Majelis Gereja untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru