MATATELINGA, Asahan: Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah propinsi Riau dan Sumatera Utara semakin pekat menyelimuti wilayah kabupaten Asahan.
Faisal Lubis (63) warga kisaran timur kepada matatelinga.com ,Senin (23/9/2019) mengatakan dalam dua hari terachir ini kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Sumatera Utara , semakin pekat menyelimuti kota kisaran dan Asahan pada umumnya.
Jarak pandang saat ini untuk di Jalinsum sudah sangat terbatas.
[adx]
"Disarankan kepada pengguna jalan raya untuk lebih waspada dalam menjalankan kendaraannya,"ujarnya.
Faisal Lubis juga mengatakan Pemerintah kabupaten Asahan dalam menghadapi situasi bencana asap seperti ini, seharusnya sudah membuka posko posko dalam menanggulangi terjadinya ISPA akibat dari asap kebakaran hutan dan lahan tersebut.
"Pelayanan medis untuk warga masyarakat akibat dari asap ini, sudah sewajarnya diberikan dan jangan menunggu jatuhnya korban baru di berikan pelayanan," ungkapnya.
Secara terpisah Kadis Kesehatan Asahan dr.Aris Yudharisnsyah,MM saat di konfirmasi matatelinga.com, Senin (23/9/2019) di ruang kerjanya membenarkan kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan pada Senin 23 September 2019 sejak pagi hari hingga siang ini sangat pekat dan mengganggu pernafasan setiap orang.
Kadis kesehatan dr.Aris Yudhariansyah MM juga mengatakan untuk mengatasi gangguan asap tersebut disarankan untuk tetap menggunakan masker dan perbanyak minum air putih serta berperilaku hidup sehat dan bersih.
"Dalam situasi udara yang semakin tidak sehat ini juga diharapkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta mencuci bersih semua makanan yang hendak dimasak dan segera meminta pertolongan medis bila mengalami kesulitan dalam pernafassn,"pungkasnya. (mtc/ben)