MATATELINGA, Medan: Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah l Medan menegaskan kabut yang menyelimuti Kota Medan beberapa hari belakangan ini bukan merupakan kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
"Untuk Kota Medan sendiri yang beberapa hari ini terlihat kabut itu bukan merupakan kiriman dari kabut asap akibat Karhutla di Riau. Kondisi ini dikarenakan hujan sepanjang hari di Kota Medan," kata salah satu staf pelayanan jasa BBMKG Wilayah l Medan Martha Manurung, Selasa (17/9).
Kondisi kabut yang ada di Kota Medan itu lanjut Martha, akibat hujan yang terjadi beberapa hari ini mengeluarkan uap air cukup banyak di udara.
"Yang pastinya belum ada asap dari Karhutla di Riau masuk ke Kota Medan. Jadi, beberapa hari ini terlihat kabut itu bukan karena asap kiriman tapi karena hujan," jelasnya.
Kata Martha, BBMKG terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi seputar potensi asap. Salah satunya yakni dengan memantau titik api atau hotspot.
"Khusus untuk hari ini, kita mengidentifikasi satu titik api di kawasan Padang Lawas Utara tepatnya di Kecamatan Padang Bolak. BBMKG juga mengimbau untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan di beberapa daerah lain seperti di Kawasan Padang Lawas Utara, Padang Lawas bagian Selatan, Labuhan Batu Selatan," terangnya.
Selain soal potensi kebakaran hutan, pada beberapa wilayah lain, BBMKG juga mengimbau waspada terhadpa cuaca ekstrim seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
'Imbauan kita, untuk Wilayah Kota Medan masih waspada terhadap genangan-genangan hujan lebat disertai guntur dan waspada terhadap angin kencang," ucap Martha.
"Sementara untuk Wilayah Sumut, waspada terhadap kebakaran hutan di kawasan Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, sekitar Labuhan Batu Selatan. Karena curah hujan masih rendah di kawasan tersebut. Karena hujan masih bersifat lokal di Wilayah Timur, Pesisir Timur," tukasnya. (mtc/fae)