Senin, 27 April 2026 WIB

SMI Medan Tolak Kenaikan BPJS

- Senin, 02 September 2019 14:41 WIB
SMI Medan Tolak Kenaikan BPJS
Mtc/ist
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Kota Medan menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan pemerintah yang berencana menaikan iuran BPJS dengan alasan devisit anggaran. Aksi dilakukan di bundaran air mancur Jalan Gato
MATATELINGA, Medan:  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Kota Medan menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan pemerintah yang berencana menaikan iuran BPJS dengan alasan devisit anggaran. Aksi dilakukan di bundaran air mancur Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (2/9/2019).



[adx]

Massa menilai kenaikan BPJS berdampak pada masyarakat yang hidup dengan kondisi ekonomi menengah kebawah.

"Pemerintah tidak melihat bahwa masyarakat di Indonesia masih dibawah garis kemiskinan. Tentu kebijakan ini berakibat tidak terpenuhinya fasilitas kesehatan bagi yang tidak mampu membayar," ungkap Koordinator aksi, Ali Syaputra.

Selain itu massa juga mengecam kapitalisasi di dunia pendidikan. Ali Syaputra mengatakan bahwa dengan semakin meningkatnya biaya pendidikan Indonesia di Perguruan Tinggi yang dipengaruhi oleh nilai inflasi pertahun sebesar 15 persen.

"Hal ini dampak dari lahirnya undang-undang Perguruan Tinggi nomor 12 tahun 2012 yang memberlakukan otonomi kampus dan diperkuat dengan Permendikti nomor 39 tahun 2017," katanya disela-sela aksi. 



[adx]

Menurut massa aksi Peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi nomor 39 Tahun 2017, mengharuskan diberlakukannya sistem Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kukiah Tunggal di kampus-kampus Negeri. Selain itu, kondisi yang sama juga terjadi pada situasi kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Aksi dari gerakan dan kelompok masyarakat yang akan menyampaikan pendapat dihadapkan dengan tindakan represif aparat keamanan. 

"Kehidupan berdemokrasi di kampus juga sering di hadapkan dengan intimidasi dan represif oleh pihak keamanan. Dari pemerintah hingga pejabat kampus, alergi dengan kritik yang disampaikan di depan umum," jelas Ali. 

Ali menuturkan bahwa atas dasar itu, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Mahasiswa Indonesia menyatakan sikap untuk menolak kenaikan biaya pendidikan, berikan kebebasan dalam berekspresi di dalam kampus, tolak revisi undang-undang ketenaga kerjaan dan berikan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia.



[adx]

"Kami DPP SMI meminta pemerintah tidak tutup mata terhadap situasi yang terjadi di masyarakat sebelum mengeluarkan kebijakan," tukasnya. 

Selama unjuk rasa berlangsung, puluhan mahasiswa juga membawa berbagai poster dan mendapat pengawalan polisi. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru