MATATELINGA, Medan: Hingga Jumat (21/6/2019) malam sudah 23 keluarga korban kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Langkat memberikan data antemortem ke petugas DVI Polda Sumatera Utara di RS Bhayangkara Medan.
Kasubdit Kespol AKBP Jauhari Ginting, mengatakan adapun data yang diberikan para keluarga korban bisa berupa data maupun ciri-ciri korban, seperti bentuk tubuh dan ciri lain agar jenazah mudah diidentifikasi.
"Kita masih mengumpulkan data Ante Mortem dari keluarga korban. Ini masih mengambil sampel untuk pemeriksaan DNA. Karena mengingat kondisi jenazah luka bakar yang cukup serius," kata Jauhari yang juga yang bertugas sebagai Ketua Anti Mortem ini.
"Jadi kita ambil sampel DNA untuk dibandingkan nanti dengan sampel DNA yang diambil dari jenazah. Sampel DNA bisa diambil dari anaknya atau orangtuanya," sambungnya
Jauhari menjelaskan bahwa untuk otopsi sudah mulai dilakukan. Dia menjelaskan sudah ada beberapa jenazah yang diotopsi.
'Sedangkan untuk sampel DNA dari keluarga belum semuanya masuk. Saya menyarankan agar keluarga korban yang belum memberikan keterangan diharapkan segera datang ke RS Bhayangkara Medan untuk berikan keterangan berupa ciri-ciri khusus korban maupun untuk ambil sampel DNA dari keluarga yang garis vertikal. Ayah, Ibu, Anak atau sebaliknya, "pintanya seraya menyebutkan sejauh ini sudah ada 23 keluarga korban yang melaporkan data Ante Mortem.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat kebakaran ini sebanyak 30 orang dinyatakan tewas terbakar.
Semuanya merupakan karyawan perempuan yang bekerja di pabrik itu. Dari total angka itu, empat korban tewas merupakan anak-anak. (mtc/fae)