Senin, 27 April 2026 WIB

Warga Tobasa Berharap Pesta Olop-olop Bolon jadi Agenda Tahunan

- Kamis, 04 April 2019 10:16 WIB
Warga Tobasa Berharap Pesta Olop-olop Bolon jadi Agenda Tahunan
mtc/ist
Warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Toba Samosir menggelar Pesta Rakyat Olop-Olop Bolon pada Rabu, 3 April 2019 di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir. Warga berharap agar pemerintah menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan Pemkab
MATATELINGA, Tobasa: Warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Toba Samosir menggelar Pesta Rakyat Olop-Olop Bolon pada Rabu, 3 April 2019 di Pelabuhan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir. Warga berharap agar pemerintah menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan Pemkab Tobasa.


"Intisarinya (pesta rakyat), kita menggali budaya kita. Opung kita dulu kalau ada rezeki, kita mengadakan pesta sebagai tanda bersyukur kepada Tuhan. Jadi supaya kita mendapat rahmat Tuhan," ujar Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Panitia pesta rakyat, Tuan Nanser Sirait, disela-sela acara pada Rabu, 3 April 2019.

Tuan Nanser mengungkapkan jika budaya Olop-Olop Bolon sudah mulai terkikis keberadaannya. Sehingga dianggap perlu untuk mengembalikan budaya Batak, , khususnya diseputaran Ajibata, untuk bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Wujud mengembalikan budaya terlihat dari alat pengiring ritual Tortor yang digunakan, yaitu Gondang Batak.

Adapun ketiga kecamatan yang ikut serta dalam pesta rakyat tersebut adalah Kecamatan Ajibata, Bonatua Lunasi dan Lumban Julu.


Tuan Nanser berharap jika Olop-Olop Bolon bisa masuk kedalam kalender tahunan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir . "Kami mohon kepada Pemda (Toba Samosir) supaya anggaran untuk agenda ini dimasukkan kedalam APBD, supaya bisa terus dilanjutkan setiap tahun. Karena ini benar-benar pesta rakyat, dari rakyat untuk rakyat," harap Tuan Naser.

Menjawab harapan masyarakat, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian, berkomitmen untuk kembali melaksanakan Olop-Olop Bolon tahun depan.

"Kami berkomitemn supaya tahun depan kembali dilakukan. Biayanya bisa patungan antara Pemkab, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan CSR-CSR perusahaan,"janji Darwin.


Bahkan Darwin tengah mengupayakan agar Pesta Rakyat Olop-Olop Bolon masuk dalam kalender tahunan pariwisata di Danau Toba. Apalagi dengan adanya BPODT yang ditunjuk sebagai pihak yang mengelola Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, diharapkan dapat mengusulkannya ke Kementerian Pariwisata.

Sementara Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, menyatakan dukungan untuk memasukkan Olop-Olop Bolon kedalam kalender acara tahunan Danau Toba. Bahkan menurutnya, ritual budaya dapat menarik wisatawan untuk berhadir ke Danau Toba sekaligus belajar mengenali budaya Batak.

Arie mencontohkan Bali yang saat telah berhasil menjadikan adatnya sebagai pemantik bagi wisatawan untuk berkunjung.

"Acara kali ini juga sangat luar biasa . Ini pertama kali juga saya lihat Mangalahat Horbo dan sangat bagus acaranya. Ini sangat potensi untuk kita paketkan menjadi satu paket atraksi kunjungan wisata. Akhirnya, perekenomian masyarakat juga akan terdorong lebih baik," sebut Arie.(mtc/fae)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru