MATATELINGA, Binjai: Vihara Setia Buddha Jalan Jenderal Sudirman menggelar acara perayaan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong, Kamis (28/3/2019) yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Hadir juga Sugianto Makmur, Calon Anggota DPRD Sumut Nomor Urut 8 dari PDI Perjuangan Dapil 12 (Binjai-Langkat), tokoh masyarakat Tionghua Sugiarto.
Ketua Yayasan Vihara Setia Buddha A Huat didampingi Agu menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun Dewa Seng Ong Kong diperingati dua kali dalam setahun, pada bulan Agustus dan Maret dengan rangkaian acara sembahyang, makan bersama dan persembahan barongsai.
"Ada juga niat baik dari pribadi untuk melepas liarkan mahluk hidup seperti burung ke alam habitat aslinya. Apa yang kita lihat dan kita punya niat baik untuk mengembalikannya ke habitat aslinya, maka itulah yang kita jalankan. Kita berbuat kebajikan dan kebaikan untuk semua mahluk hidup yang ada dimuka bumi ini," kata Agu.
Sugianto Makmur, Calon Anggota DPRD Sumut Nomor Urut 8 dari PDI Perjuangan Dapil 12 (Binjai-Langkat)
Lebih lanjut Agu menegaskan, bahwa peringatan ulang tahun Dewa beda dengan peringatan ulang tahun Vihara dan Cheng Beng. Peringatan ulang tahun dewa dilaksanakan dengan beragam kegiatan. Sementara puncak peringatan Cheng Beng baru akan digelar 5 April 2019 nanti.
Pantauan di lokasi acara, ada juga umat dan keluarga yang datang untuk memberikan penghormatan kepada leluhurnya lewat doa-doa dan sembahyang di Vihara.
Salah seorang tokoh muda Tionghua Sugianto Makmur menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong menjadi salah satu kegiatan rutin keagamaan dan diperingati secara berkesinambungan.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan perayaan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong di Vihara Setia Buddha Binjai seperti melepas liarkan hewan ke habitatnya. Ini akan menjadi contoh bagi masyarakat bahwa kita diciptakan Tuhan juga harus menghargai mahluk hidup lainnya dan memberikan kebebasan bagi hewan untuk hidup kembali di habitatnya," kata Sugianto.
Acara keagamaan seperti ini, lanjut Sugianto Makmur bisa menjadi wadah pertemuan bagi semua umat Buddha untuk bersilaturahmi dan lebih mempererat tali persaudaraan dan menjunjung tinggi kebersamaan.
"Kebersamaan saat ini sangat sulit kita temukan, dengan kegiatan seperti ini tali persaudaraan antar sesama bisa tetap terjalin sampai ke generasi berikutnya," tandas Sugianto.