Sabtu, 11 Juli 2026 WIB

Ditahan di Malaysia Sejak Maret, Lima Nelayan Sumut Akhirnya Dipulangkan

- Kamis, 08 November 2018 13:00 WIB
Ditahan di Malaysia Sejak Maret, Lima Nelayan Sumut Akhirnya Dipulangkan
Mtc/ist
Sebanyak 5 orang nelayan Sumatera Utara yang ditahan pihak keamanan laut Malaysia dengan tuduhan melanggar lintas batas perairan sejak Maret 2018 lalu akhirnya dipulangkan. Kelimanya tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (8/11).
MATATELINGA, Medan:  Sebanyak 5 orang nelayan Sumatera Utara yang ditahan pihak keamanan laut Malaysia dengan tuduhan melanggar lintas batas perairan sejak Maret 2018 lalu akhirnya dipulangkan. Kelimanya tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang,  Kamis (8/11/2018).


Lima orang nelayan yang berhasil dipulangkan hari ini yakni Yusuf Ismail, Riduan Nazri, Musahirin Armansyah, Saparudin Juriansyah dan Rusli Imam, seluruhnya berasal dari Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.

Kelima nelayan asal Langkat tersebut tiba di Bandara Kuala Namu Internasional sekitar pukul 12.10 WIB. Mereka tiba dengan menggunakan Lion Air JT 0133 rute Penang-Kuala Namu.

"Mereka sudah mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu. Saya menjemput mereka disini," kata anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba.

Parlindungan menjelaskan para nelayan ini menjalani penahanan di Malaysia sejak Maret 2018 lalu dengan tuduhan melanggar batas perairan. Namun mereka sudah selesai menjalani masa tahanan dan bebas sejak 26 September 2018 lalu. Akan tetapi mereka karena tidak ada kontak, mereka akhirnya tinggal di depo penampungan di Johor.


"Minggu lalu saya ke Langkat, disana keluarga dari para nelayan ini mengadu nggak tau keberadaan mereka padahal sudah menghabiskan masa tahanan. Akhirnya saya berkoordinasi dengan pihak KKP dan Kemenlu, akhirnya keberadaan mereka diketahui dan difasilitasi pemulangannya," ujarnya.

Saat ini menurut Parlindungan, masih terdapat 5 orang nelayan asal Langkat yang baru-baru ini ditangkap oleh pihak Malaysia karena tuduhan yang sama. Pihaknya sendiri masih berupaya untuk bernegosiasi untuk segera memulangkan mereka. Terlepas dari itu, ia mendorong agar Pemerintah Indonesia terus memberikan sosialisasi kepada para nelayan mengenai batas perairan. Pemerintah juga diminta untuk memfasilitasi mereka dengan peralatan Global Positioning System (GPS), sehingga tidak memasuki wilayah perairan negara lain.

"Selama ini memang sudah sangat banyak pemerintah berbuat, namun kita dorong agar tidak bosan-bosan. Karena kita kasihan, para nelayan ini kan keterampilannya cuma melaut. Salah satu solusi lain mungkin mendorong agar mereka juga dilatih dengan keterampilan lain seperti menjadi nelayan tambak," pungkasnya. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru