Minggu, 26 April 2026 WIB

Banjir Bandang di Madina Renggut Korban Jiwa, Belasan Siswa Belum Ditemukan

- Sabtu, 13 Oktober 2018 06:28 WIB
Banjir Bandang di Madina Renggut Korban Jiwa, Belasan Siswa  Belum Ditemukan
mtc/ist
Banjir bandang yang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Jum'at, (12/10) sore mengakibatkan sebuah sekolah Madarasah dan puluhan rumah warga tersapu lumpur dan material kayu besar.
MATATELINGA, Madina: Banjir bandang yang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Jum'at, (12/10/2018) sore mengakibatkan sebuah sekolah Madarasah dan puluhan rumah warga tersapu  lumpur dan material kayu besar.


Mirisnya, berdasarkan data diperoleh saat banjir bandang terjadi, sedang berlangsung aktivitas belajar-mengajar sore di madrasah tersebut. Akibatnya, 29 siswa ikut tersapu banjir bandang.

Para siswa atau santri tidak mampu menyelamatkan diri lantaran madrasah itu berada di tepi sungai. Menurut data Polres Mandailing Natal, hingga malam tadi 8 siswa berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.


Sedangkan, 21 siswa masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal dibantu ol‎eh warga sekitar. Untuk 8 siswa berhasil ditemukan langsung dievakuasi ke Puskesmas setempat. Kemudian, segera akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

‎"Kejadiannya berada di tepi sungai, jumlah korban kita belum bisa memastikan. Yang jelas kita lagi berupaya mencari korban itu dulu. Kemudian, kita utamakan nanti baru setelah itu kita invetarisin. Karena beberapa jenazah sudah dievakuasi ke puskesmas," ucap Kapolres Mandailing Natal, AKBP. Irsan Sinuhaji kepada wartawan, Jum'at malam.


Dengan kondisi cuaca sedang diguyur hujan, proses pencarian terus dilakukan sampai Sabtu (13/10) dini hari. Namun, Irsan menyebutkan mengutamakan keselamatan dari tim pencari dan evakuasi korban banjir bandang tersebut.

"Memang tadi ada pelajaran kelas sore Madrasah. Mungkin di atas gunung hujan dan ada kiriman air. Kemudian, dari informasi yang sedang belajar ada 29 orang. Namun, data pastinya nanti kita sinkronkan. Selanjutnya, Kita bekerja harus hati hati karena cuaca hujan prioritas utama kita mencari korban dan tetap mengutamakan keselamatan," tukasnya. (Mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru