Kepala Dusun Mundur Pemerintahan Desa Mekar Sari Alami Stagnasi, Pengelolaan Dana Desa Dipertanyakan
- Selasa, 01 Mei 2018 08:56 WIB
Matatelinga
MATATELINGA, Asahan: Sebanyak tujuh belas orang perangkat desa Mekar Sari Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan terdiri dari sepuluh orang kepala dusun dan tujuh orang staf dan sekertaris yang bertugas di kantor balai desa Mekar Sari dihadapan Kepala Bapemmas dan Camat Buntu Pane menyatakan tidak mau lagi bekerja, selama desa tersebut masih dipimpin oleh Bambang Sugianto.
Keterangan Paino ,58, warga setempat yang merupakan tokoh masyarakat saat dikonfirmasi Matatelinga.com di kantor balai desa Mekar Sari, Senin (30/4/2018) membenarkan adanya keengganan seluruh perangkat desa Mekar Sari untuk kembali bekerja membantu jalannya roda pemerintahan desa yang dikendalikan kepala desa Mekar Sari Bambang Sugianto, alasan perangkat desa ini enggan untuk kembali bekerja ya dikarenakan sikap arogan dan tidak transparansinya dalam mengelola keuangan yang bersumber dari dana anggaran Pemerintah, ujarnya.
Paino juga mengatakan perangkat desa yang enggan lagi membantu kinerja kepala desa tersebut diantaranya seluruh kepala dusun di desa Mekar sari yang berjumlah sepuluh dusun, dan tujuh orang staf kantor desa satu diantaranya sekertaris desa, sehingga dengan mundurnya seluruh perangkat desa ini maka roda pemerintahan desa di desa Mekar Sari akan menjadi lumpuh dan tentunya pelayanan masyaraat akan sangat terganggu.
Berbagai cara untuk membujuk dan merayu paerangkat desa Mekar Sari untuk kembali bekerja melayani masyarakkat ini sudah dilakukan, namun menemui jalan buntu, baik perangkat desa maupun masyarakat di desa ini sudah tidak lagi mau dipimpin oleh kepala desa Bambang Sugianto ini, dengan berbagai alasan yang membuat warga maupun perangkat desa ini sudah jenuh dengan sikap serta arogansi Bambang Sugianto, dihadapan Camat serta Kepala Bapemmas Pemkab.Asahan seluruh perangkat desa ini telah menyatakan mundur dari jabatanya masing masing serta tidak mau lagi membantu kinerja Kepala desa, baru pertama kali terjadi di Asahan ada perangkat desa yang secara rame rame mundur dari jabatannya, dan ini seharusnya menjadi perhatian yang serius pihak Camat maupun Pemerintahan Desa di Asahan, ungkapnya.
Secara terpisah salah seorang kepala dusun yang enggan disebut jati dirinya juga mengatakan alasan dirinya mundur dari jabatan kepala dusun dan tidak mau lagi membantu kinerja kepala desa tidak lain kepala desa sering melakukan pemotongan honor serta hak hak yang menjadi hak kepala dusun, alasan selalu untuk pak Camat benar atau tidak alasan tersebut, kapala desa lah yang tau itu.
Belum lagi pengelolaan dan penggunaan alokasi dana desa (ADD) yang jumlahnya mencapai Rp.1 milyar lebih, kades ini juga tidak transparan, seperti misalnya penggunaan alokasi dana desa (ADD) TA 2017 hingga sekarang belum ada pertanggung jawabannya ,dan ini sudah menjadi buah bibir warga masyarakat desa Mekar Sari , kami warga masyarakat di desa ini mensinyalir adanya perbuatan yang tidak beres terait pengelolaan keuangan yang bersumber dari dana tersebut.
Dengan mundurnya perangakat desa ini, maka semakin jelaslah perbuatan curang epala desa ini, dan bukan tidak mungkin sebentar lagi warga masyarakat desa ini juga akan melakukan aksi ke Pemerintah Kabupaten untuk meminta Bupati Asahan segera menon aktifkan kades tersebut , ungkapnya.