Selasa, 14 Juli 2026 WIB

Wagubsu: Mau Maju Sekolah Harus Punya Ciri Khas

Admin - Rabu, 12 Februari 2014 18:19 WIB
Wagubsu: Mau Maju Sekolah Harus Punya Ciri Khas
Matatelinga - Medan, Wakil Gubernur SUmatera Utara Ir.H.Tengku Erry NUradi, M.Si mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah dan yayasan agar menciptakan ciri khas dari sekolah atau yayasan yang dikelolanya. Menurutnya dengan ciri khas itu sekolah akan menjadi pilihan calon siswa dan dengan sendirinya sekolah itu bisa maju. selain itu memang tetap dibutuhkan pengawasan antar sekolah terlebih dalam penerimaan siswa baru sehingga dapat melindungi sekolah swasta agar tetap bertahan.

"Kepada bapak kepala sekolah, buatlah terobosan baru di sekolah masing-masing, agar sekolah yang bapak ibu kelola tetap menjadi pilihan," katanya ketika menerima audiensi Badan Musyawarah Kepala Sekolah Swasta  di ruang kerjanya, Rabu(12/2).

Tampak hadir ketua BMKSS Suparno, Wakil Ketua Koprani Nasution, anggota Rudiyanto Tanwijaya, Jusna, M.Nur Pane, S. Manik, Norman Susanto, M. Hasan yang masing-masing merupakan kepala sekolah swasta di Medan. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Provsu Hendri Siregar, dan Kabid APTEL Diskominfo Elly Suhaeriah.

Lebih jauh Wagubsu menjelaskan bahwa sebagian paradigma masyarakat mengatakan sekolah negeri itu lebih bergengsi terbantahkan dengan kenyataan bahwa banyak sekolah swasta di Medan yang tetap menjadi tujuan utama meski biaya sekolahnya mahal. Menurutnyaitu tergantung mutu dan ciri khas sekolah masing masing sehingga sekolah tersebut tetap menjadi favorit. Disamping itu, pemerintah juga harus bisa mendorong agar sekolah tetap mematuhi aturan dalam pelaksanaan pendidikan disekolahnya semisal daya tampung kelas dan jumlah rombongan belajar, agar sekolah swasta yang belum mampu bersaing tetap mendapat kesempatan mendapat siswa baru.

Pada audiensi itu, Suparno dan rekan-rekannya mengadukan kesulitan mereka memperolah siswa dikarenakan banyak sekolah negeri yang menurut mereka melanggar aturan terkait penerimaan siswa baru (PSB). Dia menjelaskan ada sekolah negeri yang tetap menerima siswa meski daya tampung di sekolah tersebut kurang.

"Nah di situlah permasalahannya sehingga sekolah swasta kurang mendapat siswa baru bahkan ada yang sama sekali tidak mendapat dan akhirnya tutup. Ironisnya lagi, ketimpangan jumlah siswa di sekolah negeri dan swasta juga berimbas terhadap guru sertifikasi, dengan kurangnya siswa yang dia ajar atau bahkan sekolahnya tutup maka guru yang sudah diserifikasi bisa hilang sertifikasinya," jelas Suparno  sembari berharap pemerintah dapat mengawasi serta mewujudkan persaingan sehat dan mencari win-win solution agar sekolah swasta tetap bisa bertahan.

Menyahuti permintaan tersebut, Wagubsu berjanji akan menyikapi hal tersebut dan mencari solusi terbaik sehingga pendidikan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara tidak mengalami kendala apapun.(

(Adm)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru