Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Harga Beras Naik, Pedagang di Padangsidempuan Menjerit

- Jumat, 19 Januari 2018 18:35 WIB
Harga Beras Naik,  Pedagang di Padangsidempuan Menjerit
mtc/dra
Naiknya harga beras beberapa minggu belakangan ini juga dirasakan di Kota Padangsidimpuan. Akibatnya, para pedagang beras pun menjerit lantaran omset mereka turun.
MATATELINGA, Padangsidempuan: Naiknya harga beras beberapa minggu belakangan ini juga dirasakan di Kota Padangsidimpuan. Akibatnya, para pedagang beras pun menjerit lantaran omset mereka turun.

Kepada wartawan, Jumat (19/1/2017) siang, pedagang beras di Pasar Sangkumpal Bonang, Nurhayani mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi lebih dari satu bulan ini. Dimana, kenaikan tersebut akibat kosongnya beras beberapa kilang yang tersebar di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

"Sudah sebulan lebih ini harga beras naik. Lantaran kosong beras di kilang. Naiknya seribu rupiah per tabung (10 liter)," ujarnya.

Namun, Nurhayani mengatakan, dari informasi yang didapatnya di bebeeapa kilang, penyebab kesosongan beras tersebut lantaran banyak kilang mengirim beras ke Pulau Jawa. Dimana, kosongnya beras di Pulau Jawa membuat para kilang berlomba-lomba menjual kesana.

"Itulah kejadiannya saat ini. Akibat kosong beras di Pulau Jawa, banyak kilang padi yang mengirimkan beras ke sana," ungkapnya.

Akibat naiknya harga beras tersebut, perempuan yang mengenakan kerudung cokelat ini mengatakan, omset yang didapatnya dalam satu hari menurun. Dimana, biasanya dirinya bisa menjual 285 Kg namun saat ini hanya bisa menjual 114 Kg.

"Omset menurun 50 persen lebih. Soalnya, saat ini saya bisa menjual dalam 1 hari hanya 114 kilogram. Sementara, sebelimnya bisa menjual 285 kilogram," akunya.

Dirinya menduga hal ini terjadi lantaran masyarakat mengurangi pembelian beras. Mereka, hanya membeli untuk keperluan sehari-hari saja.

"Dugaan kita, lantaran masyarakat mengurangi pembelian. Mereka hanya membeli untuk keperluan mereka saja sehari-hari. Tidak seperti kemarin-kemarin," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang beras lainnya, Azri Miswar saat ditemui wartawan Pasar Sangkumpal Bonang. Dikatakannya, omsetnya juga turun hingga mencapai 50 persen. Dimana, biasanya dirinya bisa meraup pendapatan hingga mencapai Rp3 juta per hari. Namun, saat ini hanya bisa meraup pendapatan Rp1,5 juta.

"Akibat beras naik ini, penghasilan kita juga menurun. Biasanya, saya bisa dapat Rp3 juta perhari. Tapi sekarang, penghasilan saya Rp1,5 juta," ucapnya singkat. (mtc/Ind)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru