Sabtu, 27 Juni 2026 WIB
Sungai Pembuangan Ditutup Beton

Puluhan Hektar Sawah Kebanjiran. Petani Terancam Gagal Tanam

- Rabu, 15 November 2017 14:20 WIB
Puluhan Hektar Sawah Kebanjiran. Petani Terancam Gagal Tanam
Matatelinga.com
Sungai di Desa Paluh Sibaji dibendung orang tak bertanggungkawab, membuat puluhan hektar persawahan terkena banjir.
MATATELINGA, Lubukpakam:  Sungai pembuangan yang mengarah ke alur laut, di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, ditutup dengan coran beton oleh orang tak bertanggungjawab.

Sehingga membuat puluhan hektar areal persawahan yang berada di Desa Denai Sarang Burung, kecamatan yang sama, kebanjiran dan terancam petani setempat mengalami gagal tanam


Salah seorang petani setempat Raziman ,61, yang sawahnya mengalami kebanjiran akibat dibendungnya sungai pembuangan tersebut, kepada Matatelinga.com, Rabu (15/11/2017) mengatakan, puluhan hektar areal persawahan milik warga Desa Denai Sarang Burung, kini kondisinya tidak bisa ditanami padi alias gagal tanam.

"Kami juga tidak tau, siapa yang membendung sungai tersebut. Akibat dibendungnya sungai itu, bila hujan turun, air sungai meluap dan membanjiri sawah milik warga Desa Denai Sarang Burung. Dan warga tidak bisa untuk becocok tanam," terangnya.

Pria berjengot panjang tersebut menambahkan, dibendungnya sungai itu, sudah dilaporkan kepada Kepala Desa setempat, namun hingga kini belum ada ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah desa.

"Kami tidak tau siapa yang membendung sungai itu, dan tidak satu warga pun yang ditanyai tau siapa yang membendung sungai tersebut. Kabarnya sungai itu dibendung, agar air laut tidak masuk ke sungai  itu, ini kan sudah akal - akalan yang membendung saja," cetusnya.

Petani lainnya Siti Arman Nasution (60) warga setempat juga mengungkapkan, sejak dibendungnya sungai tersebut, lahan persawahan miliknya yang digenangi oleh luapan air sungai tidak bisa ditanami padi. Padahal, bibit padi yang disemainya sudah waktunya untuk ditanam.


"Kalau tidak menanam padi, bagimana kami bisa makan, karena bersawah merupakan mata pencarian kami. Jadi kami berharap, dengan adamya hal itu, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Deli Serdang, bisa perduli dengan nasib yang sedang kami alami saat ini. Yang jelas, kalau bendungan itu dibongkar, tentu air sungai tidak membanjiri lahan persawahan kami, dan pasti kami bisa menanam padi," ujarnya.

Ahmad ,70, salah seorang tokoh masyarakakat setempat mengatakan, sebelum Indonesia merdeka, air sungai yang mengalir ke alur laut Desa Paluh Sibaji itu tidak pernah meluap kelahan persawahan milik warga, namun setelah sungai tersebut dibendung, kini membuat musibah bagi para petani didesa Denai Sarang Burung, yang merupaka desa yang bersebelahan dengan Desa Paluh Sibaji.

"Sudah dari zaman nenek moyang kami, sungai itu tidak pernah dibendung, dan tidak pernah ada air dari laut yang neluap ke persawahan milik warga. Nah, sekarang sungai itu ada yang membendung, malah jadi petaka buat para petani didesa ini," terangnya mengakhiri.

(Mtc/Tris)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru