Jumat, 21 Agustus 2026 WIB

Kelompok Buruh Juga Kutuk Keras Tragedi Kemanusiaan di Rohingya

- Kamis, 07 September 2017 10:02 WIB
Kelompok Buruh Juga Kutuk Keras Tragedi Kemanusiaan di Rohingya
mtc/net/merdeka
MATATELINGA, Medan: Berbagai elemen masyarakat mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, tak terkecuali dari kalangan buruh. Kelompok buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI)  Provinsi Sumatera Utara dalam pernyataannya mengutuk pembantaian terhadap warga Rohingya yang melibatkan militer Myanmar.

"Sebagai bentuk protes dan solidaritas kami terhadap kemanusiaan,  hari ini ribuan buruh dari KSPI FSPMI di Jakarta sedang menggelar aksi di kedutaan besar Myanmar" ungkap Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo dalam keterangan persnya kepada para wartawan di Kantornya Jalan Raya Medan - Tanjung Morawa Gg Dwi Warna No 1 , Rabu (6/9/17).

Selain itu,  Willy juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk berperan aktif dan mengambil inisiatif untuk mendesak Pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembataian tersebut.

"Pemerintah harus berani tegas,   kita bukan mencoba mencampuri urusan Negara lain,  tapi membiarkan pembantaian manusia berarti kita tidak ber prikemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran idiologi Pancasila kita, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab"

Willy yang juga Ketua Aliansi Pekerja Buruh Bersatu Deli Serdang (PBB DS) ini mendesak agar dunia jangan hanya diam melihat ratusan nyawa melayang sia-sia akibat konflik di negeri yang dipimpin Aung San Suu Kyi itu. Terlebih lagi, hingga saat ini pemerintah Myanmar yang terkesan tidak melakukan apapun untuk menghentikan pembantaian yang bertujuan melenyapkan sebuah entitas etnis di negara itu.

"PBB harus segera mengeluarkan resolusi untuk menangani tragedi di Myanmar secepatnya, ini merupakan pelanggaran HAM dan kejahatan manusia," pungkas Willy. (mtc)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru