Selasa, 28 April 2026 WIB

Medan, Kota Kedua Terbesar Pelaporan Pelanggaran oleh Oknum Hakim

- Rabu, 30 Agustus 2017 16:43 WIB
Medan, Kota Kedua Terbesar Pelaporan Pelanggaran oleh Oknum Hakim
(Mtc/ist)
Wagubsu, Dr Nurhajizah Marpaung ketika bertindak sebagai penanggap dalam Workshop perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim dalam perspektif etika dan hukum yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial RI, dengan tema Peningkatan kesadara
MATATELINGA, Medan: Kota Medan menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian khusus Komisi Yudisial berdasarkan laporan dari para pencari keadilan tentang adanya dugaan penyimpangan oleh oknum majelis hakim dalam memutuskan suatu perkara.

Dari laporan yang sampai ke Komisi Yudisial melalui penghubung KY, Medan menjadi Kota kedua setelah Jakarta yang banyak laporannya. "Ada lima kota yang tertinggi berdasarkan laporan, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Makassar,"ungkap Komisioner Yudisial, Sumartoyo kepada wartawan usai Workshop Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim Dalam Perspektif Etika dan Hukum, yang berlangsung di Hotel Polonia Medan, Rabu (30/08/2017).  

Sumartoyo menyebutkan dari laporan tersebut, para pencari keadilan umumnya mengadukan masalah perilaku oknum hakim Pengadilan Negeri Medan tentang permasalahan putusan,sikap majelis hakim selama persidangan terutama sering mengabaikan saat pemeriksaan saksi dan bermain handphone dan berbincang-bincang selama persidangan.

"Ini tentunya, menjadi perhatian khusus bagi Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan khusus terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan hakim.Jadi kalau ada pelanggaran silahkan laporkan kepada kami termasuk permasalahan etika ini akan segera diproses,"janji Sumartoyo.

Hadir dalam workshop tersebut, Wagubsu Nurahajizah Marpaung, DR Marzuki dari UISU, Sekretaris Aji, Fika Rahma Yuliawati, sedangkan mendamping komisioner yudisial, Kabiro Investigasi KY, Brigjen Pol Yohanes Kwartanto dan Kordinator Penghubung KY Medan Syahrizal Munthe serta para LSM, Akademisi, dan wartawan. (Mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru