Ratusan Kios Pasar Inpres Kosong, Pedagang Kembali Penuhi Bahu Jalan
- Senin, 29 Mei 2017 20:25 WIB
MATATELINGA, Asahan: Ratusan kios yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Asahan di lantai II pasar inpres kisaran kini dalam keadaan kosong, pedagang kembali hijrah dan pindah menggelar dagangannya dipinggir jalan Diponegoro maupun jalan Cipto.
Butet ,38, warga Kisaran barat yang memiliki kios pakaian dilantai II pasar inpres kepada Matatelinga.com, Senin (29/5/2017) mengatakan sudah sebelas bulan ini kami tidak berpenghasilan, semenjak kami menempati kios dilantai II pasar inpres , ujarnya.
Butet juga mengatakan ini bulan puasa dan menjelang hari raya Idhul Fitri terpaksa kami pedagang yang jualan dilantai II terpaksa turun kebawah dan menggelar dagangan di kaki lima ini, kami juga butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup serta persiapan menyambut datangnya hari raya Idhul Fitri 1438 H.
Kami pedagang yang menggelar dagangan dikaki lima ini sudah siap untuk melakukan perlawanan bila Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pembersihan dan melarang kami berjualan di pinggiran pasar inpres ini. Dan kami warga pedagang yang telah memilih Taufan - Surya untuk kembali terpilih sebagai bupati Asahan periode kedua ini, hendaknya juga memberikan kesempatan kepada warganya untuk mendapatkan sedikit rezeki dengan menggelar dagangan ini di pinggiran pasar inpres ini, setelah usainya Ramadhan dan Idhul Fitri ini kami para pedagang akan kembali berjualan didalam pasar inpres yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Asahan ini, hanya senentara pak kami menggelar dagangan disini, ungkapnya.
Kasat Pol PP. Isa Harahap saat dikonfirmasi Matatelinga.com, Senin 29 Mey 2017 sekira pukul 11.00 wib melalui selularnya mengatakan bahwa dirinya tetap berpegang dengan peraturan ysng telah ditetapkan oleh bupati Asahan, semua pedagang diwajibkan untuk tetap membuka serta berjualan pada tempat yang telah disediakan, dan dilarang untuk menggelar dagangan di kaki lima.
Isa Harahap juga mengatakan himbauan untuk tidak menggelar dagangan di kaki lima juga sudah terpampang di dinding pasar itu, namun pedagang ini yang tetap tidak mengindahkan aturan yang telah dibuat pemerintah.
Dampak dari pedagang menggelar dagangannya di kaki lima ini, sejumlah ruas jalan menjadi sempit dan kemacetan arus lalu lintas akan terjadi, sehingga kota Kisaran kembali semrawut dan kumuh.
Kami minta kesadaran pedagang untuk mematuhi aturan ysng telah dibuat pemerintah ini, dan besok Selasa (30/5/2017) kami akan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, juga unsur dari Kodim maupun Koramil serta pihak Kepolisian di aula Pemkab.Asahan, tukasnya.